Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 2, 2026

Dunia bukanlah tujuan akhir

Dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan hanya perantara untuk mengantarkan kita kepada Allah. Dengan adanya dunia, kita bisa menuntut ilmu, shalat berjamaah, bersilaturahmi, bersedekah, dan menjalankan berbagai ibadah lainnya. Itulah dunia yang diperintahkan Allah. Namun jangan sampai ibadah kita terhalang, bahkan terputus, hanya karena terlalu sibuk mengejar urusan duniawi. Itulah dunia yang dicela oleh Allah."

KEUTAMAAN MENCINTAI KARENA ALLAH DAN ANJURAN ATASNYA, DAN MEMBERITAHUKAN KEPADA ORANG YANG DICINTAI BAHWA DIA MENCINTAINYA, SERTA APA YANG DIA KATAKAN KEPADANYA JIKAMEMBERITAHUKANNYA.

Tapi tunggu. Justru di sinilah kabar gembiranya. Nabi bersabda: Islam datang asing, akan kembali asing. Maka beruntunglah Al-Ghuraba' terasing. orang-orang yang Kata Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dalam kitabnya khasahish ummat al-muhammadiyyah: makin kamu diasingkan, dicibir, ditertawakan karena menjaga iman & rasa malu -makin tinggi derajatmu di sisi Allah. Kesepianmu hari ini? Itu tiket VVIP menuju telaga Rasulullah. 3. Dia benci kembali kepada kekafiran setelah Allah selamatkan dia dari kekafiran itu, sebagaimana dia benci bahwa dirinya dilempar ke dalam api." "Ada 7 orang yang menaungi akan mereka oleh Allah pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (hari qiyamat): 1. Pemimpin yang adil. Pemimpin yang menjalankan undang-undang Allah. 2. Pemuda yang hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Artinya kebanyakan waktu masa mudanya ia gunakan untuk beribadah. 3. Seseorang yang hatinya ia gantungkan di masjid. 4. Dua orang yang saling mencintai ...

TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN Yang dicatat ulama Banjar dan terjadi tepat di depan mata kita

Ini bukan ramalan kosong. Tanda-tanda ini dicatat Mufti Indragiri - Syekh Abdurrahman Shiddiq Al-Banjari. Beliau keturunan langsung Datu Kelampaian, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Jadi... ini warisan ilmu dari datu-datu kita sendiri. Bukan dongeng impor. Pernah heran? Yang ngatur hidup orang banyak malah yang paling nggak ngerti apa-apa. Rasulullah menyebutnya zaman Ruwaibidhah: orang dungu, miskin ilmu, tapi pede ngurusin hajat jutaan orang. Yang paling hina malah paling dipuja. Bukan karena tapi karena orang takut sama mulia kekejamannya. Zaman di mana jujur itu... berbahaya. Nabi menamainya "Tahun-Tahun Penipuan." Yang bohong dibela mati-matian. Yang jujur malah dituduh pembohong. Pengkhianat dikasih jabatan, yang amanah disingkirkan. Kebalik semua, kan? Sekarang semua orang bisa jadi "ustadz" modal kuota. Nabi sudah lihat ini: zaman ledakan tulisan & layar. Yang pinter ngaji (Qurra') membludak tapi yang paham agama (Fuqaha') nyaris hab...