Ini bukan ramalan kosong. Tanda-tanda ini dicatat Mufti Indragiri - Syekh Abdurrahman Shiddiq Al-Banjari.
Beliau keturunan langsung Datu Kelampaian, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Jadi... ini warisan ilmu dari datu-datu kita sendiri. Bukan dongeng impor.
Pernah heran?
Yang ngatur hidup orang banyak malah yang paling nggak ngerti apa-apa. Rasulullah menyebutnya zaman Ruwaibidhah: orang dungu, miskin ilmu, tapi pede ngurusin hajat jutaan orang.
Yang paling hina malah paling dipuja. Bukan karena tapi karena orang takut sama mulia kekejamannya.
Zaman di mana jujur itu... berbahaya.
Nabi menamainya "Tahun-Tahun Penipuan." Yang bohong dibela mati-matian. Yang jujur malah dituduh pembohong.
Pengkhianat dikasih jabatan, yang amanah disingkirkan. Kebalik semua, kan?
Sekarang semua orang bisa jadi "ustadz" modal kuota.
Nabi sudah lihat ini: zaman ledakan tulisan & layar. Yang pinter ngaji (Qurra') membludak
tapi yang paham agama (Fuqaha') nyaris habis. Orang belajar agama dari "yang kecil": viral dulu, ilmu
belakangan. Tanpa guru, tanpa sanad.
Mimbar pun bisa dibajak.
Orang jahil berani naik mimbar, nukar ayat, jualan kedustaan demi tepuk tangan.
Sebagian ulama?
Tunduk sama penguasa halalkan yang haram, haramkan yang halal, asal pesanan "raja" terpenuhi dan dinar mengalir.
Keadilan? Tinggal nego harga.
Suap di mana-mana, saksi palsu bersaksi tanpa diminta. Jabatan diwariskan ke anak-istri-kerabat, bukan diemban sebagai amanah. Nabi mengibaratkan pejabat begini: kaki yang melepuh - gagah & menonjol dari luar, ditusuk... ternyata isinya cuma air. Kosong.
Dan pelan-pelan... Islam tinggal namanya. Shalat ditinggalkan rame-rame. Al-Qur'an tinggal tulisannya, maknanya dicampakkan. Yang jujur menjaga agama dipandang lebih hina dari anak kambing.
Yang sukses & cepat naik? Si penjilat wajah domba, hati serigala.
Tapi tunggu. Justru di sinilah kabar gembiranya.
Nabi bersabda: Islam datang asing, akan kembali asing. Maka beruntunglah Al-Ghuraba' terasing. orang-orang yang
Kata Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dalam kitabnya khasahish ummat al-muhammadiyyah: makin kamu diasingkan, dicibir, ditertawakan karena menjaga iman & rasa malu -makin tinggi derajatmu di sisi Allah.
Kesepianmu hari ini? Itu tiket VVIP menuju telaga Rasulullah.
Komentar
Posting Komentar