Matahari Makkah sedang berada di titik paling mendidih. Panasnya tidak hanya membakar kulit, tapi sanggup melelehkan akal sehat manusia. Di tengah lautan pasir yang memerah itu, 3 tubuh manusia diseret secara paksa. Mereka adalah keluarga Yasir. Sang ayah (Yasir), sang ibu (Sumayyah), dan putra mereka ('Ammar). Bukan bangsawan, bukan orang kaya. Mereka hanyalah keluarga budak yang status sosialnya berada di lapisan paling bawah Kota Makkah. Namun hari itu, keimanan mereka menggetarkan Arsy. Kafir Quraisy tidak berniat membunuh mereka dengan cepat. Mereka menginginkan sebuah pertunjukan siksaan yang lambat. Sebagai bentuk hukuman karena memeluk Islam, ketiganya dipakaikan baju besi (dir') yang sangat tebal. Lalu apa yang terjadi selanjutnya, sungguh di luar batas kemanusiaan. Dalam balutan besi yang menyerap panas itu, tubuh mereka dipanggang dan ditekan paksa ke atas hamparan pasir yang mendidih. Kulit tua Sumayyah melepuh seketika. Aroma daging yang terbakar berbau...
Ayah Bunda yang luar biasa, pernahkah merasa khawatir karena si kecil susah fokus? Atau merasa panik karena anak tetangga sepertinya sudah bisa calistung (baca, tulis, hitung) di usia dini? Sering kali kita buru-buru memberi mereka flashcards atau aplikasi edukasi di gadget. Padahal di Jepang, rahasia otak kuat, cerdas, dan fokus justru BUKAN datang dari belajar di meja sebelum usia 5 tahun. Para ibu di sana lebih sibuk membangun FONDASI, bukan menumpuk materi akademik. Yuk, kita bedah 6 kebiasaan nyata ibu di Jepang yang terbukti secara sains bisa membentuk otak anak lebih kuat, fokus, dan cerdas bahkan sebelum mereka masuk sekolah: 1. Tidur adalah Harga Mati Sains membuktikan bahwa saat anak tidur pulas, otak mereka bekerja paling keras untuk membuang "sampah emosi" dan menyemen memori menjadi kecerdasan permanen. Anak usia 1-5 tahun di Jepang rata-rata tidur 11 hingga 12 jam setiap malam tanpa kecuali. Jam 8 malam, rumah di sana biasanya sudah sunyi. Memotong w...