saya pernah ditanya, saya sedih banget. ada seorang wanita udah ngaji, ustad, kenapa bu suami saya kena gula? ustad, umur sudah tua, kena gula terus sudah tidak bisa ini, tidak bisa ini, tidak bisa menjalankan kewajibannya. kebutuhan biologi sudah tidak bisa, boleh nggak saya minta cerai? subhanallah, coba kalau antum jadi suaminya, kira-kira gimana? pilu hati ini selama ini dinafkahi, kemudian ketika sakit mau ditinggalkan. saya bilang, bu, ya secara hukum Islam boleh saja ketika suami tidak menunaikan kewajibannya. tapi apakah pantas seperti itu mana mengingat kebaikan masa lalu? subhanallah, ada orang pengkhianat dalam hidup ini. ada. sementara ada seorang wanita, masya Allah, suaminya kena stroke, dia rawat luar biasa. dia rawat terus bertahun-tahun dengan penuh kesabaran. suaminya tidak bisa apa-apa. dia mungkin mencari untuk menafkahi suaminya. itu namanya kesetiaan, tidak lupa dengan kebaikan kebaikan yang lalu. maka jangan jadi orang suk...
Ada seorang ibu yang ingin pisah dan bercerai dari suaminya. la kemudian berdiskusi panjang dengan saya. Ibu: "Mbah Mun, saya sudah tidak kuat dengan suami saya. Saya ingin bercerai saja." Kiai: "Memangnya kenapa, Bu?" Ibu: "Suami saya sudah tidak punya pekerjaan, tidak kreatif, dan tidak bisa menjadi pemimpin untuk anak-anak. Bagaimana nanti masa depan anak-anak saya kalau ayahnya seperti itu? Saya harus mencari nafkah capek-capek, sementara dia santai saja di rumah." Kiai: "Oh begitu, hanya itu saja?" Ibu: "Sebenarnya masih banyak, tapi itu mungkin sebab yang paling utama." Kiai: "Oh... iya. Mau tahu pandangan saya, Bu?" Ibu: "Boleh, Mbah Mun." Kiai: "Begini. Ibarat orang punya kulkas, tetapi dipakai sebagai lemari pakaian. Ya jelas tidak akan puas. Tidak muat banyak, tidak ada gantungan, tidak ada laci, tidak bisa dikunci, malah boros listrik. Nah, itulah jika sebuah produk digunakan tidak sesuai ...