Jangan Sampai Meremehkan Penghinaan Terhadap Al-Qur'an! Ibnu Hazm rahimahullah berkata, "Setiap orang yang mencela Allah Ta'ala atau mengolok-olok-Nya, atau mencela salah satu malaikat atau mengolok-oloknya, atau mencela salah seorang nabi atau mengolok-oloknya, atau mencela salah satu ayat Allah Ta'ala atau mengolok-oloknya sedangkan seluruh syariat dan Al-Qur'an termasuk ayat-ayat Allah Ta'ala maka *dengan perbuatan tersebut ia telah kafir dan murtad, sehingga berlaku atasnya hukum orang yang murtad. Inilah pendapat yang kami pegang. *" Al-Muhallā, 11/413.
saya pernah ditanya, saya sedih banget. ada seorang wanita udah ngaji, ustad, kenapa bu suami saya kena gula? ustad, umur sudah tua, kena gula terus sudah tidak bisa ini, tidak bisa ini, tidak bisa menjalankan kewajibannya. kebutuhan biologi sudah tidak bisa, boleh nggak saya minta cerai? subhanallah, coba kalau antum jadi suaminya, kira-kira gimana? pilu hati ini selama ini dinafkahi, kemudian ketika sakit mau ditinggalkan. saya bilang, bu, ya secara hukum Islam boleh saja ketika suami tidak menunaikan kewajibannya. tapi apakah pantas seperti itu mana mengingat kebaikan masa lalu? subhanallah, ada orang pengkhianat dalam hidup ini. ada. sementara ada seorang wanita, masya Allah, suaminya kena stroke, dia rawat luar biasa. dia rawat terus bertahun-tahun dengan penuh kesabaran. suaminya tidak bisa apa-apa. dia mungkin mencari untuk menafkahi suaminya. itu namanya kesetiaan, tidak lupa dengan kebaikan kebaikan yang lalu. maka jangan jadi orang suk...