Langsung ke konten utama

DIPANGGANG HIDUP-HIDUP DI PADANG PASIR: SYUHADA PERTAMA YANG DITOMBAK DENGAN CARA YANG PALING KEJI.

Matahari Makkah sedang berada di titik paling mendidih.

Panasnya tidak hanya membakar kulit, tapi sanggup melelehkan akal sehat manusia.

Di tengah lautan pasir yang memerah itu, 3 tubuh manusia diseret secara paksa.
Mereka adalah keluarga Yasir.

Sang ayah (Yasir), sang ibu (Sumayyah), dan putra mereka ('Ammar).

Bukan bangsawan, bukan orang kaya.

Mereka hanyalah keluarga budak yang status sosialnya berada di lapisan paling bawah Kota Makkah.

Namun hari itu, keimanan mereka menggetarkan Arsy.

Kafir Quraisy tidak berniat membunuh mereka dengan cepat.

Mereka menginginkan sebuah pertunjukan siksaan yang lambat.

Sebagai bentuk hukuman karena memeluk Islam, ketiganya dipakaikan baju besi (dir') yang sangat tebal.

Lalu apa yang terjadi selanjutnya, sungguh di luar batas kemanusiaan.

Dalam balutan besi yang menyerap panas itu, tubuh mereka dipanggang dan ditekan paksa ke atas hamparan pasir yang mendidih.

Kulit tua Sumayyah melepuh seketika.

Aroma daging yang terbakar berbaur dengan debu gurun.

Cambuk-cambuk kulit mulai diayunkan, mencabik punggung mereka tanpa ampun.
Setiap kali cambuk itu menghantam tubuh rentanya, algojo Quraisy berteriak menuntut satu hal:

"Caci maki Muhammad dan kembalilah pada tuhan-tuhan kami!"

Namun Sumayyah, wanita tua yang tubuhnya mulai hancur itu, memilih menatap mata para penyiksanya dengan pandangan meremehkan.

Rasulullah yang tak berdaya menolong karena belum memiliki pasukan saat itu, hanya bisa berjalan melewati mereka dengan air mata tertahan.

Beliau memberikan satu kalimat janji terindah:

"Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya tempat kembali kalian adalah Surga."

Mendengar janji nabinya, rasa sakit di sekujur tubuh Sumayyah seakan menguap.

la justru tersenyum di bawah siksaan itu.

Abu Jahal yang melihat ketegaran seorang wanita budak, merasa harga dirinya sebagai penguasa Makkah diinjak-injak.

Wajahnya merah padam menahan malu dan amarah yang meledak.

Abu Jahal melangkah maju.

la melontarkan caci maki paling kotor ke wajah Sumayyah.

Di sisa tenaga terakhirnya, Sumayyah menolak memohon ampun. la justru meludahi wajah sang tiran!

Di detik itulah, iblis sepenuhnya mengambil alih tubuh Abu Jahal.

Dengan tangan gemetar karena emosi yang buta, Abu Jahal mengangkat tombak panjang berujung besi berkarat miliknya.

Tanpa belas kasihan sedikit pun, ia menghujamkan tombak itu dengan sekuat tenaga tepat ke bagian paling vital (kemaluan) wanita tua tersebut.

CTRAAAK!'

Tombak itu merobek dan menembus tubuh Sumayyah.

Darah segar menyembur membasahi pasir Makkah yang gersang.

Sumayyah menghembuskan napas terakhirnya di hadapan suami dan putranya yang menjerit tertahan.

Hari itu, sejarah mencatat sebuah ironi yang sangat agung.

Gelar "Syuhada Pertama" di dalam Islam tidak dianugerahkan kepada seorang jenderal perang bertubuh kekar.

Gelar paling bergengsi itu justru direbut oleh seorang wanita tua renta, miskin, dan tak berdaya.


Sumayyah binti Khayyat mengajarkan kepada kita sebuah keteguhan yang tak tertandingi.

Tubuhnya memang hancur lebur oleh besi, panas, dan ujung tombak sang tiran.

Namun, hingga tetes darah penghabisannya, tak ada satu pun yang sanggup merenggut Kalimat Tauhid dari dalam dadanya.

Sumber: Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam (Jilid 1), Ar-Rahiq Al-Makhtum (Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri), & Usud Al-Ghabah fi Ma'rifat As-Sahabah (Ibnul Atsir).







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*