saya pernah ditanya,
saya sedih banget.
ada seorang wanita
udah ngaji, ustad,
kenapa bu
suami saya kena gula?
ustad, umur sudah tua,
kena gula terus
sudah tidak bisa ini,
tidak bisa ini,
tidak bisa menjalankan kewajibannya.
kebutuhan biologi sudah tidak bisa,
boleh nggak saya minta cerai?
subhanallah,
coba kalau antum jadi suaminya,
kira-kira gimana?
pilu hati ini
selama ini dinafkahi,
kemudian ketika sakit
mau ditinggalkan.
saya bilang,
bu, ya secara hukum Islam boleh saja
ketika suami tidak menunaikan
kewajibannya.
tapi apakah pantas seperti itu
mana mengingat kebaikan masa lalu?
subhanallah,
ada orang pengkhianat dalam hidup ini. ada.
sementara ada seorang wanita,
masya Allah,
suaminya kena stroke,
dia rawat luar biasa.
dia rawat terus bertahun-tahun dengan penuh kesabaran.
suaminya tidak bisa apa-apa.
dia mungkin mencari untuk menafkahi suaminya.
itu namanya kesetiaan,
tidak lupa dengan kebaikan
kebaikan yang lalu.
maka jangan jadi orang suka lupa dengan kebaikan orang lain.
Komentar
Posting Komentar