Sudah tidak asing lagi kita mendengar maupun melihat seorang anak, entah masih kecil maupun sudah dewasa, yang meremehkan orangtua, bahkan melawannya. Kurangnya pendidikan agama bagi mereka memang men-jadi sumber terbesar masalah ini. namun permasalah tersebut bukan-lah satu-satunya penyebab seorang anak tidak menghormati orangtua.
Sifat yang ada dalam diri orangtua sendiri juga merupakan titik vital bagi perkembangan bagaimana se-lanjutnya sikap seorang anak kepada orangtua. Banyak orangtua yang lebih mengedepankan kekerasan dan kedisiplinan dalam mendidik anak. Padahal, contoh nyata dari per-
buatan orangtua merupakan senjata paling ampuh dalam meluruskan sikap seorang anak. Sikap orangtua dalam menghadapi anak akan men-jadi pelajaran paling mudah diserap oleh seorang anak.
Sikap yang Sebaiknya Dilaku-kan Oleh Orangtua agar Anak Menghormatinya
1. Perlakukan dan hormati anak seperti menghormati orang dewasa
Tidak jarang orangtua yang melalaikan hal ini. mereka hanya menganggap omongan anak sebagai permainan dan tidak serius dalam me-nanggapinya. Atau selalu memaksa-kan kehendak terhadap anak dan tidak memberinya kesempatan untuk berdiskusi. Ini akan mengakibatkan seorang anak berlaku cuek terhadap orangtua dan terhadap kejadian yang terjadi disekelilingnya. Biasakan menghormati anak sebagaimana kita menghormati orang lain.
2. Jadilah Orangtua yang menghormati orang lain
Anak adalah peniru ulung. Pada umumnya, anak akan meniru kebi asaan yang dilakukan oleh orangtu-anya. Bila sang orangtua menghor-mati orang lain tentu anak pun akan belajar dan meniru dari kebiasaan orangtua tersebut.
3. Bersikap Tegas dan Dapat Dipercaya.
Seyogyanya orangtua selalu ber-sikap tegas, agar sang anak bisa mencontoh prinsip-prinsip kehidu-pan orangtuanya. Seorang anak pasti akan menghormati orangtua yang memegang teguh prinsip-prin-sipnya selama tidak melenceng dari kebenaran. Jangan jadi orangtua yang plin-plan, suka berubah-ubah sikapnya terhadap sesuatu. Di suatu saat ia melarangnya, dan di saat yang lain malah melakukan-
nya.
4. Bersikaplah Terus Terang kepada Anak.
Katakan kepada anak, sesuatu yang semestinya mereka ketahul. Kemudian berilah ia penjelasan mengenai sesuatu tersebut. Jika anak menanyakan suatu hal dan orangtua tidak mengetahui jawabannya, maka sebaiknya ia mengatakan hal yang sebenarnya dan mengajak sang anak mencari tahu jawabannya bersama-sama. Sikap ini akan lebih dihargai anak ketimbang harus pura-pura tahu.
5. Jadilah Orangtua yang Konsisten, baik dalam Bersikap maupun dalam Berkata-kata.
Apabila orangtua menetapkan aturan A kepada anak, maka sebisa mungkin orangtua harus tetap kon-sisten dengan peraturan tersebut, yaitu A. Misalnya, orangtua meminta sang anak untuk tidak berbohong. maka jangan sekali-kali menunjuk-kan kebohongan di depan anak, dan jangan pernah meminta anak ber-bohong, seperti mengatakan kepada tamu bahwa ayah sedang tidur, pа-dahal sang ayah sedang membaca koran.
6. Janganlah Berdusta kepa-da Anak ataupun Memper-dayainya.
Sebab, tindakan orangtua sep erti itu dapat mendorong anak untuk tidak menghargai orangtua beserta aturannya. Sikap seperti ini juga mendidik anak untuk berbohong.
7. Berani Meminta Maaf atas Kesalahan yang Dilaku-kannya terhadap Anak.
Jangan takut meminta maaf atas kesalahan yang telah kita lakukan,
karena dengan demikian anak akan menghargai sikap kita serta mencontoh perilaku ini jika la melakukan kes-alahan. Karena orangtua yang selalu merasa benar akan mudah dibenci anak.
8. Jangan Takut Mengung-kapkan Kasih Sayang.
Anak yang tumbuh dengan ek-spresi kasih sayang dari orangtua, akan memiliki sikap yang ekspresif dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, gagasannya akan sesuatu, kritis dengan lingkungan sekitar, dan sikapnya dalam meng-hormati sesama.
Jangalah selalu menyalah-kan anak dalam perilaku buruknya. Orangtua yang baik akan sering ber-muhasabah tentang sikapnya kepada anaknya. Pengaruh terbesar bagi perkembangan anak adalah sikap orangtua terhadap masyarakat, ke-luarga, hingga kepada anak tersebut. Orangtua yang mendidik akhlaknya sendiri, juga akan mendidik akhlak anaknya. "Anak baik, siapa dulu ibunya...".
Komentar
Posting Komentar