Hari Arafah tahun 1447 Hijriah ini jatuh pada hari Selasa, tanggal 26 Mei 2026.
Berikut amalan yang bisa kita amalkan;
1. Perbanyak doa pada hari Arafah, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah."
(HR. Tirmidzi no. 3585, hasan).
Berpuasa pada hari Arafah bagi yang tidak berhaji, karena keutamaannya dapat menghapus dosa 2 tahun.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang...."
(HR. Muslim no. 1162).
Sahkah puasa Arafah jika punya utang puasa Ramadan?
lya, masih boleh berpuasa Arafah dan puasa sunnah pada awal Zulhijah meskipun memiliki utang puasa Ramadan. Asalkan yang punya utang puasa tersebut bertekad untuk melunasinya.
Pernyataan ini didukung oleh pendapat Imam Nawawi rahimahullah dalam
Syarh Shahih Muslim (8: 23).
3.) Bertakbir (Takbir muqayyad yang lafaznya sama dengan takbir hari raya), lafaz berikut bisa diamalkan;
اللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
الْحَمْدُ
لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ
(Lafaz takbir versi Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah 2/168 dengan sanad yang sahih).
Catatan tentang takbir muqayyad
a) Takbir muqayyad adalah takbir yang dibaca setelah shalat, baik berlaku pada shalat fardu, shalat sunnah, shalat ada'an (pada waktunya), shalat qada, atau shalat jenazah.
b) Didahulukan sebelum dzikir bakda shalat.
c) Waktu membacanya:
Untuk selain yang berhaji, waktunya adalah dari Subuh pada hari Arafah hingga Asar pada hari Tasyrik terakhir, berarti selama lima hari.
Untuk yang berhaji, waktunya adalah dari Zuhur pada hari Iduladha (karena inilah awal shalat di Mina) hingga waktu Subuh pada hari Tasyrik terakhir (karena inilah shalat terakhir di Mina).
4.
Perbanyak kebaikan, karena hari Arafah masih termasuk awal Zulhijah.
Kebaikan yang dimaksud di sini bisa dengan memper-banyak sedekah atau amar makruf nahi mungkar.
5.) Membaca bacaan terbaik yang dibaca para nabi pada senja Arafah:
لله لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٍ
(Artinya: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, segala pujian, dan Allah yang menguasai segala sesuatu).
(HR. Tirmidzi no. 3585; Ahmad, 2:210, sahih).
Komentar
Posting Komentar