Bayangkan...
jutaan manusia berkumpul di satu tempat.
Memakai pakaian yang hampir sama.
Tanpa jabatan.
Tanpa kemewahan.
Tanpa identitas dunia yang biasa dibanggakan.
Dan tempat itu bernama: Arafah.
Di sana manusia seperti diingatkan, bahwa suatu hari nanti kita juga akan dikumpulkan di hadapan Allah dalam keadaan yang sangat sederhana.
Tidak ada lagi yang ditanya:
"Kerja di mana?"
"Punya apa?"
"Atau seberapa terkenal?"
Karena di Padang Mahsyar nanti, yang benar-benar tersisa hanyalah: amal dan isi hati.
Mungkin itu sebabnya banyak orang menangis ketika wukuf.
Bukan cuma karena capek.
Tapi karena hati tiba-tiba sadar:
"Suatu hari aku benar-benar akan berdiri sendiri di hadapan Allah..."
Dan ihram...
dibuat tanpa kemewahan.
Sederhana.
Mirip kain kafan.
Seolah Allah sedang mengingatkan:
bahwa semua manusia pada akhirnya akan kembali tanpa membawa apa-apa selain amalnya.
Menariknya lagi,
di Arafah orang lebih sibuk berdoa daripada melihat kehidupan orang lain.
Karena ketika manusia merasa sedang benar-benar "menghadap Allah"...
ego perlahan hilang, dan dunia terasa kecil.
Mungkin itu alasan kenapa haji bisa mengubah banyak orang.
Karena Allah bukan hanya mengajarkan ritual ibadah.
Tapi juga memperlihatkan gambaran akhir perjalanan hidup manusia.
Nanti kami cerita lagi ya...
tentang hikmah lain di Perjalanan Hikmah
Komentar
Posting Komentar