Langsung ke konten utama

๐—ž๐—ฎ๐—น๐—ฎ ๐—ป๐—ถ๐—ธ๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐˜๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ก๐˜†๐—ฎ

๐—ž๐—ฎ๐—น๐—ฎ ๐—ป๐—ถ๐—ธ๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐˜๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ก๐˜†๐—ฎ

๐Ÿ“Œ
ุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِุนَุจْุฏِู‡ِ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَ ุนَุฌَّู„َ ู„َู‡ُ ุงู„ْุนُู‚ُูˆุจَุฉَ ูِู‰ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِุนَุจْุฏِู‡ِ ุงู„ุดَّุฑَّ ุฃَู…ْุณَูƒَ ุนَู†ْู‡ُ ุจِุฐَู†ْุจِู‡ِ ุญَุชَّู‰ ูŠُูˆَูَّู‰ ุจِู‡ِ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” 
(HR. Tirmidzi no. 2396)

๐Ÿ“Œ
ุฅِู†َّ ุนِุธَู…َ ุงู„ْุฌَุฒَุงุกِ ู…َุนَ ุนِุธَู…ِ ุงู„ْุจَู„ุงَุกِ ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุฅِุฐَุง ุฃَุญَุจَّ ู‚َูˆْู…ًุง ุงุจْุชَู„ุงَู‡ُู…ْ ูَู…َู†ْ ุฑَุถِู‰َ ูَู„َู‡ُ ุงู„ุฑِّุถَุง ูˆَู…َู†ْ ุณَุฎِุทَ ูَู„َู‡ُ ุงู„ุณَّุฎَุทُ
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.”
(HR. Ibnu Majah no. 4031)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *ุฅِู†َّุง ู„ِู„َّู‡ِ ูˆَุฅِู†َّุง ุฅِู„َِู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠْู‡ِ ุฑَุงุฌِู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุนُูˆู†* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบูุฑ ู„ู‡ุง، ูˆุงุฑุญู…ู‡ุง ูˆุนุงูู‡ุง، ูˆุงุนู ุนู†ู‡ุง، ูˆูˆุณุน ู…ุฏุฎู„ู‡ุง، ูˆุงุบุณู„ู‡ุง ุจุงู„ู…ุงุก ูˆุงู„ุซู„ุฌ ูˆุงู„ุจุฑุฏ، ูˆู†ู‚ู‡ุง ู…ู† ุงู„ุฎุทุงูŠุง ูƒู…ุง ูŠู†ู‚ู‰ ุงู„ุซูˆุจ ุงู„ุฃุจูŠุถ ู…ู† ุงู„ุฏู†ุณ، ูˆุฃุจุฏู„ู‡ุง ุฏุงุฑุง ุฎูŠุฑุง ู…ู† ุฏุงุฑู‡ุง، ูˆุฃู‡ู„ุง ุฎูŠุฑุง ู…ู† ุฃู‡ู„ู‡ุง، ูˆุฃุฏุฎู„ู‡ุง ุงู„ุฌู†ุฉ، ูˆู‚ู‡ุง ูุชู†ุฉ ุงู„ู‚ุจุฑ ูˆุนุฐุงุจ ุงู„ู†ุงุฑ* *ุฌุฒุง ูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุง*

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklฤซf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkฤm as-Sulthฤniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...