๐ฆ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ฝ๐ถ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ท๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐๐ฎ๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป,๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐๐ฒ๐๐ถ๐ฎ๐ฝ ๐บ๐๐๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ต ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ท๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ-๐ก๐๐ฎ.
๐“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)
๐ Ujian adalah kepastian, bukan kemungkinan. Dan sikap seorang mukmin ketika ditimpa musibah adalah menenangkan hati lalu mengucapkan:
๐๐ปInna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
(Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.)
๐ฆ๐ฒ๐ด๐ฎ๐น๐ฎ ๐๐ฒ๐๐๐ฎ๐๐ ๐ต๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ถ๐๐ถ๐ฝ๐ฎ๐ป.
Ketika Alloh mengambil kembali titipan-Nya, jangan mengeluh—karena itu memang bukan milik kita.
✨ Simpan postingan ini sebagai pengingat, agar kelak saat ujian datang, hati kita siap dan tetap teguh dalam kesabaran.
__admin
Komentar
Posting Komentar