Langsung ke konten utama

teks tasmiyah

Berikut contoh teks pembawa acara (MC) untuk acara tasmiyah (pemberian nama bayi) yang bisa kamu gunakan 👇


---

🕌 Contoh Pembawa Acara Tasmiyah (Pemberian Nama Bayi)

1. Pembukaan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat wal afiat pada acara tasmiyah atau pemberian nama bagi putra/putri dari Bapak/Ibu [nama orang tua bayi].

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat, dan kita semua yang istiqamah mengikuti sunnahnya.

Hadirin yang berbahagia,
Izinkan saya selaku pembawa acara untuk membacakan susunan acara pada pagi hari ini:

1. Pembukaan


2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an


3. Sambutan dari tuan rumah


4. Prosesi tasmiyah atau pemberian nama


5. Doa bersama


6. Penutup




---

2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an

Untuk menambah keberkahan acara kita pagi hari ini, marilah kita dengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang akan dibacakan oleh saudara [nama].
Kepada beliau kami persilakan.

(Setelah pembacaan Al-Qur’an selesai)

Terima kasih kami ucapkan kepada saudara [nama] yang telah membacakan ayat suci Al-Qur’an. Semoga menjadi pahala dan keberkahan bagi kita semua.


---

3. Sambutan Tuan Rumah

Acara selanjutnya yaitu sambutan dari tuan rumah, dalam hal ini akan disampaikan oleh Bapak [nama orang tua bayi].
Kepada beliau, kami persilakan.

(Setelah sambutan selesai)

Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak [nama] atas sambutannya yang penuh kehangatan dan makna.


---

4. Prosesi Tasmiyah / Pemberian Nama

Kini tibalah saat yang kita nantikan bersama, yaitu prosesi tasmiyah atau pemberian nama bagi sang buah hati tercinta.
Kepada Bapak Ustadz [nama] kami persilakan untuk memimpin jalannya prosesi tasmiyah.

(Ustadz membacakan doa dan nama bayi)


---

5. Doa Bersama

Selanjutnya marilah kita menundukkan kepala, memohon keberkahan dan perlindungan untuk bayi kita ini, agar menjadi anak yang sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi agama serta bangsa.
Doa akan dipimpin oleh Bapak Ustadz [nama], kami persilakan.


---

6. Penutup

Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara tasmiyah telah selesai kita laksanakan dengan lancar.
Atas nama pembawa acara, saya mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam penyampaian.

Semoga bayi yang baru saja diberi nama senantiasa mendapatkan rahmat dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


---

Apakah kamu mau saya buatkan versi singkat (5 menit) atau versi lengkap dengan doa dan ayat Al-Qur’an juga?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*