Langsung ke konten utama

TIPS MENINGKATKAN SEMANGAT MUROJAAH HAFALAN AL-QUR'AN


Beberapa pertanyaan masuk bertanya tentang bagaimana cara agar semangat Muroja'ah Hafalan. Muroja'ah memang kadang jadi hal yang membingungkan, apalagi jika hafalan sudah cukup banyak atau 'merasa' sudah cukup banyak. Saya coba tuliskan disini agar bisa disimpan atau dibuka kembali juga untuk pengingat diri sendiri. Semoga ada sedikit pelajaran yang bisa diambil dari sini.

1. Jadikan muroja'ah sebagai cara kita bersyukur pada Allah atas ayat-ayat yang telah Allah izinkan kita menjaganya, atas petikan-petikan surat cintaNya yang telah Allah tanamkan di hati kita. Karena Al-Qur'an adalah amanah, kita harus jaga kepercayaan yang telah Allah beri untuk kita. Dan salah satunya adalah dengan disiplin muraja'ah.
2. Karakter Al-Qur'an itu unik, semakin dibaca semakin rindu, semakin dijaga semakin syahdu. Al-Qur'an juga merupakan salah satu dzikir terindah. Saat kita melantunkannya, teringat dengan ayat-ayat yang kita baca, tiba-tiba tanpa sadar hati tersentuh dan mata menangis karena apa yang sedang kita baca saat itu seringkali mengingatkan kesalahan dan kekhilafan kita, menghibur kita, menguatkan kita, seakan Allah sedang berbicara pada kita. Adakah yang lebih indah selain membasahi lisan kita dengan Al-Qur'an kapanpun dan dimanapun kita menginginkannya?

3. Para ulama hafidzh Al-Qur'an biasa mengkhatamkan Al-Qur'annya setiap seminggu sekali. Membaginya menjadi wirid harian surat-surat yang harus dibaca setiap harinya. Istilah bekennya namanya Famy bisyauqin yang jika diterjemahkan menjadi Lisanku selalu dalam kerinduan. Kira-kira pembagiannya seperti ini:

Hari pertama (Fa atau F) dimulai dari surat Al-Fatihah hingga akhir surat An-Nisa Hari kedua (Mim atau M) dari surat Al-Maidah hingga akhir surat At-Taubah Hari ketiga (Ya' atau Y) dari surat Yunus hingga akhir surat An-Nahl
Hari keempat (Ba atau B, Bani Israil) dari surat Al-Isra hingga akhir surat Al-Furqon Hari kelima (Syin atau Sy) dari surat Asy Syu'ara hingga akhir surat Yasin Hari keenam (Wawu atau Wa, Washshaffaat) Ash-Saffatt hingga akhir surat Al-Hujurat Hari ketujuh (Qaf atau Q) dari surat Qaaff hingga akhir surat An-Naas

Nah kita bisa juga membagi jumlah hafalan kita saat ini untuk kita khatamkan dalam seminggu sekali sembari belajar membiasakan diri hingga akhirnya Allah beri kita izin untuk menjaga 30 juz.

4. Muroja'ah jadi sarana untuk membuktikan ke Allah bahwa kita memang bisa dipercaya untuk hafalan yang telah diberikan pada kita. Apakah dengan muroja'ah yang tak terjaga dengan jumlah hafalan saat ini kita pantas untuk menerima hafalan berikutnya?

5. Suka atau tidak suka, senang hati atau terpaksa, mau tidak mau kita harus betul-betul disiplin dalam muroja'ah karena hafalan dan interaksi dengan Al-Qur'an yang tidak terjaga akan berpengaruh pada suasana hati, bakal gampang bingung dan galau. Hakikatnya hati yang benar-benar hidup tak akan bisa jauh dari Al-Qur'an.

6. Menghafal Qur'an itu rasanya seperti sedang berjihad. Dan jangan sampai hafalan yang sudah kita jaga dengan susah payah dengan mudahnya dicuri syaitan hanya karena kita kalah dengan nafsu dan rasa malas.

Pertahankan hafalan kita dengan rajin muroja'ah. Dan Al-Qur'an adalah senjata menghadapi godaan-godaan itu. Saat kita lengah dari senjata kita, maka musuh akan dengan mudah menguasai dan menghinakan kita. Malas untuk muroja'ah bisa jadi salah satu godaannya. Agar hati kita tidak terjaga dengan Al-Qur'an sehingga dia lebih mudah masuk menyerang.

Syaitan itu menunggui hati manusia. Apabila ia lalai dan lupa, maka syaitan mengganggunya. Lalu jika ia ingat (dzikir) kepada Allah, maka syaitan pun lari darinya. (Ibnu Abbas r.a)

Muroja'ah adalah sarana menjaga hati untuk senantiasa berdzikir dan ingat kepada Allah dengan Al-Qur'an.

Semoga Allah memudahkan kita dan keluarga kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya
yang hafal dan memahami alQur'an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*