Langsung ke konten utama

Terikatlah dengan apa yang disukai Allah


Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendapat perintah dari Allah Ta’ala untuk berdakwah secara terbuka, beliau pun mendaki Bukit Shafa. Disana beliau menyeru dan mengumpulkan para pembesar suku quraisy. Setelah menanyakan tentang kepercayaan mereka terhadap beliau, lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “ Aku memperingatkan kamu semua bahwa di depanku (akhirat) ada siksa yang amat pedih.”

Diantara orang-orang Quraisy itu terdapat Abu lahab paman kandung Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Abu Lahab yang ikut hadir saat itu langsung menyahuti ajakan Nabi dengan makian “ celakalah engkau sepanjang hati! Apakah untuk ini engkau mengumpulkan kami?” Tetapi Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tidak membalas ejekan keras tersebut.

Beberapa waktu setelah itu dan masih disekitar Bukit Shafa juga, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah dicaci-maki oleh Abu Jahal dengan kata-kata yang luar biasa menyakitkan.

Namun, beliau tetap diam saja. Yang bertindak justru paman beliau, Hamzah bin Abdul Muthalib RA yang saat itu belum masuk Islam setelah mendapatkan laporan tentang hal tersebut. Pahitnya cacian sampai membuat Hamzah memukul Abu Jahal dengan panah yang masih dibawanya sepulang dari berburu.

Saudaraku, kebaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu sempurna. Beliau mengajak manusia kepada keselamatan dan akhlak mulia. Apa yang beliau sampaikan pun bukan untuk kepentingan pribadi beliau, akan tetapi untuk kebaikan manusia. Walau demikian, beliau tetap saja dianggap jelek oleh sebagian orang. Padahal, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sudah dikenal sebagai orang yang tepercaya jauh sejak sebelum diangkat sebagai Rasul.

Jadi, sebaik apapun yang kita lakukan, tidak akan semua menganggapnya baik. Oleh sebab itu, dalam berbuat baik, kita tidak usah terpenjara oleh kelakuan dan perkataan Orang. Karena, “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada disisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (Q.S Qaf 50:18). Apa yang diucapkannya pasti kembali kepada dirinya sendiri.

Begitu juga kalau ada orang yang pelit kepada kita, kita jangan merasa tertantang atau dendam untuk ikut-ikutan pelit. Ajaran Islam mengajarkan agar kita memberi kepada yang pelit itu. Kalau tidak sanggup, kita maafkan dia, tidak usah membalas atau marah. Kalau kita membalas melotot kepada orang yang melotot, kita akan menjadi kembaran dia sehingga tidak ada bedanya antara kita dengan dirinya.

Dalam hidup ini kita harus berusaha untuk terus berbuat baik. Namun, dalam berbuat baik itu kita jangan terikat oleh orang. Biarlah orang berbuat baik itu kita jangan terikat oleh orang. Biarlah orang berbuat apa yang diinginkannya, karena dia akan memikulnya sendiri. Kita hanya mau terikat oleh apa yang Allah Ta’ala suka.

Ada satu teladan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika hendak berangkat hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar RA, beliau meninggal kan Ali bin Abi Thalib di Mekkah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bukan hanya meminta Ali bin Abi Thalib untuk tidur ditempat tidur beliau, tetapi juga meminta Ali untuk mengembalikan barang-barang titipan orang-orang musyrik.

Ini sangat luar biasa. Walau mengingkari ajaran yang beliau sampaikan, kaum musyrik Quraisy tetap percaya pada keamanahan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam urusan dunia. Beliau tidak marah dan dendam mereka masih mendustakan Islam sehingga beliau tetap menerima penitipan barang dan mengembalikan ketika akan hijrah . Kebaikan Rasulullah sangat sempurna. Beliau yakin kepada janji Allah dan hanya terikat pada apa yang disukai-Nya.

Maka, kalau ktia yakin dan terikat dengan apa yang Allah sukai, energi untuk berbuat baik pun dengan sendirinya bertambah. Oleh sebab itu, ingatlah selalu kepada Allah karena itu akan menjadi obat yang sangat mujarab. Lain halnya apabila kita ingatnya hanya kepada orang dan tidak dikatikan kepada Allah, iu dapat menjadi penyakit kronis yang akan menggerus kebahagiaan dan kesehatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*