Langsung ke konten utama

Cara Cepat Khatam Al-Qur'an

Mau Khatam Al-Qur’an Berapa Kali? Ini Pilihan dan Tipsnya.
.
Ramadhan adalah bulan al-Qur’an. Di bulan ini baginda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam selalu talaqqi bacaan al-Qur’an kepada Jibril alaihissalam.
.
Maka wajarlah, kalau tilawah al-Qur’an saat Ramadhan menjadi ibadah paling ditekankan setelah qiyamullail. Pahala berlipat menanti di tiap hurufnya.
.
Untuk memudahkan kita dalam mengkhatamkan bacaan al-Qur’an, berikut beberapa pilihan dan tipsnya:
.
Khatam 3 Hari Sekali = Sebulan 10 Kali
.
Untuk bacaan tartil, target ini yang paling tinggi. Inilah yang paling sesuai dengan anjuran baginda Nabi.
.
Kalau untuk murajaah (mengulang) hafalan al-Qur’an, bisa saja 1 hari langsung khatam sekali, atau bahkan 2 kali. Seperti, konon, yang dilakukan Imam Syafii.

Target ini cukup berat, memang. Bagi yang ingin mengambil target ini, harus bisa menyelesaikan 10 juz setiap harinya.
.
Kalau hitungan idealnya, hemat penulis, setiap sebelum dan sesudah shalat 5 waktu, masing-masing selesaikan 1 juz.
.
Kalau berat menggunakan waktu qobla dan ba’da shalat itu secara maksimal, silakan kondisikan diri sesuai aktivitas masing-masing. Intinya, harus diingat, target harian harus 10 juz.
.
Khatam 4 Hari Sekali = Sebulan 7-8 Kali
.
Untuk memenuhi target ini, setiap harinya, setidaknya harus menyelesaikan 7 atau 8 juz. Kalau mau “aman”, ambil yang 8 juz. Jadi, setelah 2 hari, setengah al-Qur’an sudah lewat.
.
Pembagian waktunya bisa seperti ini: setelah tarawih 2 juz, shubuh 2 juz, zhuhur – ashar 3 juz, sore 1 juz. Kalau dirasa berat, silakan kondisikan diri masing-masing.
.
Khatam 6 Hari Sekali = Sebulan 5 Kali
.
Sekarang banyak mushaf al-Qur’an yang dicetak dengan pembagian per 5 juz. Dengan pembagian seperti itu, ada 6 bagian al-Qur’an yang dibuat terpisah. Atur waktu untuk bisa tuntas satu bagian tersebut setiap harinya.
.
Khatam 8 Hari Sekali = Sebulan 3 Kali Lebih
Setiap 4 hari, tuntaskan bacaan 15 juz. Setiap 2 hari, harus selesai 7 setengah juz. Berarti setiap hari, harus selesai 4 juz. Atur waktu paling lowong untuk bisa menuntaskan target tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*