Langsung ke konten utama

Doa pagi hari

_*SEUNTAI DO'A di Pagi hari ...*_

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

_Yaa Allah..._
_Yaa Rahman..._
_Yaa Rahim..._

_Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami..._
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...

_Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka..._
Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...

_Bila mulut kami masih diizinkan berucap..._
Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...

_Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah..._
Hantarkanlah ke tempat-2 yang menjadi ibadah kami...

_Bila tangan kami masih dapat digerakkan..._
Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...

_Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini..._
Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami...

_Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami..._
Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...

_Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami..._
Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang _halalan thoyiban_ dari segala arah...
Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...

_Yaa Allah..._
_Yaa Rabb..._

_Bila keluarga dan saudara-2ku di sini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami..._
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu...

_Angkat dan hilangkanlah segala penyakit ku, keluarga dan saudara-2ku ini..._
Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna...

_Serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah..._

_Yaa Allah..._

Dengan segala yang telah diperlihatkan pada kami untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami...

_Karuniakanlah kepada kami, sejak  hari ini sampai Kau utus malaikat-Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami..._
Dengan Limpahan Nikmat dan Kasih Sayang-Mu...

_Di akhir hayat kami,_ kami mohon karunia-Mu untuk _*husnul khatimah*..._

آمِيْنَ... آمِيْنَ...  يَارَبَّ الْعَـــالَمِيْنَ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...