Matahari Makkah sedang berada di titik paling mendidih. Panasnya tidak hanya membakar kulit, tapi sanggup melelehkan akal sehat manusia. Di tengah lautan pasir yang memerah itu, 3 tubuh manusia diseret secara paksa. Mereka adalah keluarga Yasir. Sang ayah (Yasir), sang ibu (Sumayyah), dan putra mereka ('Ammar). Bukan bangsawan, bukan orang kaya. Mereka hanyalah keluarga budak yang status sosialnya berada di lapisan paling bawah Kota Makkah. Namun hari itu, keimanan mereka menggetarkan Arsy. Kafir Quraisy tidak berniat membunuh mereka dengan cepat. Mereka menginginkan sebuah pertunjukan siksaan yang lambat. Sebagai bentuk hukuman karena memeluk Islam, ketiganya dipakaikan baju besi (dir') yang sangat tebal. Lalu apa yang terjadi selanjutnya, sungguh di luar batas kemanusiaan. Dalam balutan besi yang menyerap panas itu, tubuh mereka dipanggang dan ditekan paksa ke atas hamparan pasir yang mendidih. Kulit tua Sumayyah melepuh seketika. Aroma daging yang terbakar berbau...
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ