Langsung ke konten utama

Postingan

𝒦𝒾𝓈𝒶𝒽 𝒫𝑒𝓇𝓉𝑒𝓂𝓊𝒶𝓃 𝒫𝑒𝓇𝓉𝒶𝓂𝒶 𝐻𝒶𝒷𝒾𝒷 𝒜𝓁𝒾 𝐵𝑒𝓇𝓈𝒶𝓂𝒶 𝐻𝒶𝒷𝒾𝒷 𝒰𝓂𝒶𝓇

Pada tahun 1993, Habib Ali menghadiri sebuah majlis perkahwinan di Bondowoso, Indonesia. Sebelum pulang, Habib Ali mendapat perkhabaran bahawa keluarga Ben Hafidz akan datang ke Bondowoso. Habib Ali menunda perjalanan pulang ke Jakarta kerana ingin bertemu dengan keluarga tersebut. Ketika itu, Habib Ali masih belum mengenali Habib Umar. Setibanya Habib Umar di Bondowoso, Habib Ali berpeluang bertemu dengan beliau secara khusus. Pada waktu itu, Habib Umar bertanyakan soalan dalam Bahasa Arab, dan Habib Ali menjawabnya dalam Bahasa Arab juga, kerana mempunyai sedikit kebolehan dalam bahasa tersebut.  Lalu Habib Umar bertanyakan kepada Habib Ali:  “MasyaAllah, Anta belajar Bahasa Arab? Di mana?” “Ya, di Pondok” jawab Habib Ali. “Mahu belajar di tempat saya? Selepas setahun dua, pergilah ke mana sahaja anta mahu pergi.” “Kalau saya pergi dengan antum, saya pergi Habib” jawab Habib Ali secara spontan.  Kata Habib Umar, “Ahlan Wa Sahlan”. Sebelum pulang, ayah Habib ...

keakraban dua ulama besar yang dikenal karena kedalaman ilmu dan pengabdiannya kepada umat

keakraban dua ulama besar yang dikenal karena kedalaman ilmu dan pengabdiannya kepada umat Foto ini menampilkan keakraban dua ulama besar yang dikenal karena kedalaman ilmu dan pengabdiannya kepada umat. Keduanya merupakan murid terkemuka dari sang Al-Arif Billah, Abah Guru Sekumpul (Tuan Guru Haji Muhammad Zaini bin Abdul Ghani). Di sebelah kanan, Guru Gambut, sosok ulama yang dikenal sangat lekat dengan ceramah-ceramah yang menyejukkan sekaligus mudah dicerna masyarakat luas. Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin di Gambut, beliau mewariskan semangat dakwah yang ceria namun sarat makna. Di sebelah kiri, tampak Guru Kapuh dengan ciri khas kesahajaannya. Sebagai pengasuh Majelis Taklim Al-Hidayah di Kandangan, beliau dikenal sebagai ulama yang teguh menjalankan metode dakwah yang teratur dan mendalam. Dedikasi beliau dalam meneruskan ajaran Guru Sekumpul—terutama dalam pembacaan kitab-kitab klasik—telah menjadikan wilayah Kapuh sebagai pusat ilmu yang menerang...

Empat ulama dari orang tua yang sama

Empat ulama dari orang tua yang sama dan dari 9 bersaudara mereka adalah KH Mahfudz Amin (pengasuh pertama pondok pesantren Ibnul Amin Pamangkih ) , KH Abdul Aziz, KH Muhammad Zuhdi (penyusunan kitab fiqih risalah tangga pelajaran ibadah) ,Dan KH Asnawi  Mereka semua lahir dari pasangan Tuan Guru Haji Muhammad Ramli dan Hj.Shabariyah. Mari kita hadiahkan bacaan alfatihah untuk mereka semua dan guru² kita lainnya , juga untuk orang tua kita ..  Al Fatihah

LAUTAN JAMAAH PADATI MARTAPURA HAUL GURU SEKUMPUL

Haul Guru Sekumpul merupakan peringatan wafat ulama kharismatik Kalimantan Selatan, ΚΗ Muhammad Zaini Abdul Ghani, yang setiap tahunnya dipusatkan di kawasan Sekumpul. Kegiatan religius ini menjadi salah satu perhelatan keagamaan terbesar di Indonesia karena mampu menarik jutaan jamaah dari berbagai daerah hingga mancanegara untuk mengikuti doa bersama, dzikir, dan mengenang keteladanan sang ulama yang dikenal dekat dengan masyarakat. Puncak pelaksanaan haul biasanya berlangsung di Musholla Ar-Raudhah, tempat yang semasa hidup menjadi pusat dakwah Guru Sekumpul. Acara yang digelar setiap 5 Rajab tersebut diisi dengan pembacaan maulid, tahlil, dzikir, ceramah agama, hingga doa bersama. Sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan, arus kendaraan menuju Martapura mulai dipadati jamaah yang datang untuk mengikuti rangkaian haul. Lautan manusia yang memenuhi kawasan Sekumpul hingga ruas jalan utama menjadi pemandangan khas setiap tahunnya. Jamaah datang dari berbagai suku, daerah, d...

𝗗𝗼𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗹𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗛𝗮𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗞𝗵𝘂𝘀𝘆𝘂𝗸

𝗗𝗼𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗹𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗛𝗮𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗞𝗵𝘂𝘀𝘆𝘂𝗸 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهُ “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim, no. 2722) 📌 Semoga kita senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyuk, jiwa yang penuh rasa syukur, dan doa yang selalu diterima oleh Alloh. Mari kita terus berdoa agar hati kita selalu tenang, kuat, dan mampu meresapi setiap ibadah dengan penuh kekhusyukan.

𝗗𝗼𝗮 𝗔𝗴𝗮𝗿 𝗗𝗶𝗷𝗮𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗲𝗯𝘂𝗿𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿𝗮𝘁

𝗗𝗼𝗮 𝗔𝗴𝗮𝗿 𝗗𝗶𝗷𝗮𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗲𝗯𝘂𝗿𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿𝗮𝘁 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ “Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keadaan yang berat, kesengsaraan yang hebat, buruknya takdir, dan kegembiraan musuh atas bencana yang menimpaku.” (HR. Al-Bukhari no. 6347 dan Muslim no. 2707) 📌 Tidak ada hidup yang benar-benar bebas dari ujian. Namun seorang mukmin selalu memiliki tempat kembali, yaitu berdoa dan memohon perlindungan kepada Alloh. Semoga Alloh menjaga kita dari segala keburukan dunia dan akhirat, menguatkan hati saat diuji, serta memberikan keselamatan dan keberkahan dalam setiap keadaan.

𝗛𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗼𝗵 𝗦𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸-𝗕𝗮𝗶𝗸 𝗣𝗲𝗻𝗼𝗹𝗼𝗻𝗴

 𝗛𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗼𝗵 𝗦𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸-𝗕𝗮𝗶𝗸 𝗣𝗲𝗻𝗼𝗹𝗼𝗻𝗴 Tidak semua masalah bisa diselesaikan manusia. Mau berlari ke mana pun, mengadu kepada siapa pun, pada akhirnya hanya Alloh tempat kembali dan meminta pertolongan. فَإِذَا مَسَّكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ “Dan jika Alloh menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia.” (QS. Al-An’am: 17) 📌 Jangan terlalu menggantungkan harapan kepada manusia. Karena manusia memiliki batas, sedangkan pertolongan Alloh tidak pernah terbatas bagi hamba yang bersungguh-sungguh berharap kepada-Nya. Semoga Alloh selalu menguatkan hati kita, memudahkan setiap urusan, dan menjadikan kita hamba yang hanya bergantung kepada-Nya.