Bahwasanya Allah SWT menyatakan melalui hadits Qudsi, "wahai Hamba hamba ku sesungguhnya aku melarang perbuatan dzolim kepada diriku, (dzolim itu adalah menempatkan seseatu pada yang tidak semestinya, atau menggunakan barang orang lain di jalan yang tidak benar, atau melanggar hukuman Allah, hal ini mustahil bagi Allah, Allah itu maha adil), Dan tidak lah aku berbuat kedzoliman kepada kalian..
Jadi di alam semesta ini tidak ada yang menunjukkan bahwa Allah Ta'ala itu berbuat dzolim, yang ada hanya lah kenyataan daripada adil nya Allah, artinya tidak ada keselahan oleh Allah atas apa yang dia ciptakan dan perbuat nya
Allah berbuat dan bertindak itu sesuai dengan ilmu nya Allah, bukan di dasari dengan kejahilan, ilmu Allah sempurna, apa yang Allah putuskan itu tidak ada kedzoliman sama sekali..
Misalnya ada orang yang di tetapkan miskin, maka itu keadilan Allah, ada orang yang sugih, maka itu keadilan Allah, setiap yang Allah tetap kan pasti adil dan ada hikmah di dalam nya...
Jadi, jangan ada menunjukkan di dalam hati kita itu terlintas di dalam hati, atau bahkan terucap di mulut bahwa Allah SWT itu tidak adil dalam menetapkan sesuatu
Dan Allah SWT berfirman, "Aku telah mengharamkan kezaliman di antara kalian." Orang yang melakukan kezaliman akan ditimpa kezaliman itu sendiri, sehingga merekalah yang rugi, bukan Allah. Dan kezaliman terbesar adalah menyekutukan Allah...
Bini jangan dzolim lawan laki, ini gajih laki bini mangukut nya, rokok aja harus bahutang, duit laki di kacak si laki nya malah di sipak, lalaki jua jangan sampai dzolim lawan bini, hak bini harus di berikan... Karena seberapa baik nya pun menunaikan hak masing-masing pasti ada kekurangan, jadi hendaklah saling memaafkan..
Dan Firman Allah, "wahai hamba ku, kalian semua itu sesat, kecuali orang yang aku beri petunjuk, maka minta lah petunjuk itu kepada ku", hidup ini tidak akan bisa berjalan kalau tidak ada petunjuk dari Allah, maka nya kita meminta minimal sebanyak 17x setiap hari nya
yakni di suriah fatihah "Ihdiniash shirotal mustaqim", tunjukan pada kami jalan yang lurus"...
Orang-orang yang menerima petunjuk akan mengetahui jalan mana yang benar dan jalan mana yang salah. Semakin banyak orang menerima petunjuk dari Allah, semakin dekat mereka dengan jalan keselamatan. Jika mereka menyimpang dari petunjuk Allah, yang berarti iman, mereka akhirnya akan menjadi orang-orang kafir.
Karena kita ini kada tahu ujung umur kita keadaan nya sama apa, maka hendaklah selalu meminta istiqomah di dalam ketetapan keimanan kita, jangan sampai iman itu melayang...
Maka barang siapa membaca "Yaa Hanya Ya Qayyum" 40 kali sebelum shalat subuh, Allah akan menegakkan imannya.
Dan Allah berfirman, "Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua lapar, kecuali orang-orang yang Aku beri makan, maka mintalah makanan kepada-Ku." Segala rezeki yang kita makan berasal dari Allah, di situlah kita merasakan rahmat Allah.
Dan firman Allah, "Wahai hamba-hamba-Ku, kalian telanjang, kecuali orang-orang yang telah Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku." Allah telah menyediakan pakaian bagi kita secara langsung, bukan kita yang mempersiapkannya sejak awal. Dan kita seharusnya meminta pakaian bukan di dunia ini, tetapi juga pakaian untuk akhirat.
Dan firman Allah, "Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu berbuat dosa siang dan malam, maka mohonlah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu," tidak membuat kita lalai dalam memohon ampunan karena kita pasti akan berbuat dosa setiap hari, barangsiapa memohon ampunan, Allah akan mengampuninya.
Untung banar kita baisi Allah Ta'ala, yang paling sugih, kalau urang sugih di dunia aja kita paraki, lantas kenapa yang maha sugih kada kita paraki, kanapa kita kada meminta kepada Nya.. Kalau hati kita mantap yakin bahwa Allah yang maha kaya niscaya kita mamaraki kepada Alloh
Dan firman Allah, "Wahai hamba-hamba-Ku, sekiranya seluruh makhluk jin dan manusia dari awal hingga akhir syahid, maka kerajaan-Ku tidak akan bertambah, dan sekiranya kamu berbuat dosa, maka kerajaan-Ku pun tidak akan berkurang."
Wallahu'alam Bis Showwab..
Komentar
Posting Komentar