Langsung ke konten utama

Misalnya ada orang yang di tetapkan miskin, maka itu keadilan Allah

Bahwasanya Allah SWT menyatakan melalui hadits Qudsi, "wahai Hamba hamba ku sesungguhnya aku melarang perbuatan dzolim kepada diriku, (dzolim itu adalah menempatkan seseatu pada yang tidak semestinya, atau menggunakan barang orang lain di jalan yang tidak benar, atau melanggar hukuman Allah, hal ini mustahil bagi Allah, Allah itu maha adil), Dan tidak lah aku berbuat kedzoliman kepada kalian..

Jadi di alam semesta ini tidak ada yang menunjukkan bahwa Allah Ta'ala itu berbuat dzolim, yang ada hanya lah kenyataan daripada adil nya Allah, artinya tidak ada keselahan oleh Allah atas apa yang dia ciptakan dan perbuat nya

Allah berbuat dan bertindak itu sesuai dengan ilmu nya Allah, bukan di dasari dengan kejahilan, ilmu Allah sempurna, apa yang Allah putuskan itu tidak ada kedzoliman sama sekali..

Misalnya ada orang yang di tetapkan miskin, maka itu keadilan Allah, ada orang yang sugih, maka itu keadilan Allah, setiap yang Allah tetap kan pasti adil dan ada hikmah di dalam nya...

Jadi, jangan ada menunjukkan di dalam hati kita itu terlintas di dalam hati, atau bahkan terucap di mulut bahwa Allah SWT itu tidak adil dalam menetapkan sesuatu

Dan Allah SWT berfirman, "Aku telah mengharamkan kezaliman di antara kalian." Orang yang melakukan kezaliman akan ditimpa kezaliman itu sendiri, sehingga merekalah yang rugi, bukan Allah. Dan kezaliman terbesar adalah menyekutukan Allah...

Bini jangan dzolim lawan laki, ini gajih laki bini mangukut nya, rokok aja harus bahutang, duit laki di kacak si laki nya malah di sipak, lalaki jua jangan sampai dzolim lawan bini, hak bini harus di berikan... Karena seberapa baik nya pun menunaikan hak masing-masing pasti ada kekurangan, jadi hendaklah saling memaafkan..

Dan Firman Allah, "wahai hamba ku, kalian semua itu sesat, kecuali orang yang aku beri petunjuk, maka minta lah petunjuk itu kepada ku", hidup ini tidak akan bisa berjalan kalau tidak ada petunjuk dari Allah, maka nya kita meminta minimal sebanyak 17x setiap hari nya
yakni di suriah fatihah "Ihdiniash shirotal mustaqim", tunjukan pada kami jalan yang lurus"...

Orang-orang yang menerima petunjuk akan mengetahui jalan mana yang benar dan jalan mana yang salah. Semakin banyak orang menerima petunjuk dari Allah, semakin dekat mereka dengan jalan keselamatan. Jika mereka menyimpang dari petunjuk Allah, yang berarti iman, mereka akhirnya akan menjadi orang-orang kafir.

Karena kita ini kada tahu ujung umur kita keadaan nya sama apa, maka hendaklah selalu meminta istiqomah di dalam ketetapan keimanan kita, jangan sampai iman itu melayang...

Maka barang siapa membaca "Yaa Hanya Ya Qayyum" 40 kali sebelum shalat subuh, Allah akan menegakkan imannya.

Dan Allah berfirman, "Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua lapar, kecuali orang-orang yang Aku beri makan, maka mintalah makanan kepada-Ku." Segala rezeki yang kita makan berasal dari Allah, di situlah kita merasakan rahmat Allah.

Dan firman Allah, "Wahai hamba-hamba-Ku, kalian telanjang, kecuali orang-orang yang telah Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku." Allah telah menyediakan pakaian bagi kita secara langsung, bukan kita yang mempersiapkannya sejak awal. Dan kita seharusnya meminta pakaian bukan di dunia ini, tetapi juga pakaian untuk akhirat.

Dan firman Allah, "Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu berbuat dosa siang dan malam, maka mohonlah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu," tidak membuat kita lalai dalam memohon ampunan karena kita pasti akan berbuat dosa setiap hari, barangsiapa memohon ampunan, Allah akan mengampuninya.

Untung banar kita baisi Allah Ta'ala, yang paling sugih, kalau urang sugih di dunia aja kita paraki, lantas kenapa yang maha sugih kada kita paraki, kanapa kita kada meminta kepada Nya.. Kalau hati kita mantap yakin bahwa Allah yang maha kaya niscaya kita mamaraki kepada Alloh

Dan firman Allah, "Wahai hamba-hamba-Ku, sekiranya seluruh makhluk jin dan manusia dari awal hingga akhir syahid, maka kerajaan-Ku tidak akan bertambah, dan sekiranya kamu berbuat dosa, maka kerajaan-Ku pun tidak akan berkurang."

Wallahu'alam Bis Showwab..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...