Langsung ke konten utama

KETIKA REZEKIMU HABIS, MAKA AJALPUN TIBA


*(Rugi kalau tidak baca sampai selesai)*

Jangan perdulikan jasadmu yang akan busuk & hancur!! ... 
Kaum muslimin akan melaksanakan kewajipan mereka:
1. Memandikan mu
2. Mengkafani mu
3. Menyolati mu
4.Menguburkan mu

*Yakinlah!!!* bahawa:
*Dunia tidak sedih dengan KEMATIAN mu*

*~Alam semesta tidak berduka atas kepergian mu.!*

*~Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahan mu.!!*
*~Perekonomian akan terus berputar.*!

*~Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain*!

*Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris.!*

Sementara ​Anda yang akan di *HISAB* atas segala sesuatu hingga perkara yang besar sampai dengan hal yang paling kecil.!!

Yang pertama lepas dari mu, adalah *nama* mu..
Saat Anda meninggal dunia: Orang2 bertanya : ​​Dimana *MAYATnya?​​*

Mereka tidak lagi memanggil mu dengan *namamu..* Namamu tinggal *kenangan* belaka.

Ketika mereka akan mensholati, mereka bilang : ​​Bawa sini *JENAZAHnya.!!!​​* Mereka tidak lagi menyebutkan *namamu..* Betapa cepat *namamu hilang berlalu....​*

Ketika mereka akan menguburkan mu, mereka berkata: ​ *Dekatkan MAYATnya.!!​* tanpa menyebutkan *namamu..*

*_Kerana itu..._*
*_Janganlah tertipu oleh kehormatan, status sosial dan kelebihan kelompokmu..!!_*

*_Jangan terperdaya oleh kedudukan, jawatan dan nasab keturunanmu...!!_*

*_​Alangkah fananya dunia ini... dan betapa besar apa yang akan kita hadapi...​_*

*KESEDIHAN ORANG ATAS KEPERGIAN MU ADA 3:*

1.Orang yang mengenal mu sepintas akan mengatakan: ​​Kasihan...!!​​

2.Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka  kembali pada rutin dan canda tawa mereka..

3.Kesedihan mendalam di rumah...Keluargamu akan bersedih sepekan... satu-dua bulan atau hingga satu tahun... Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan...

Demikianlah...
Kisah mu di antara manusia telah berakhir...

Anda hanya tinggal ​ *ALBUM KENANGAN​.*

*Kisah mu yang sebenarnya baru dimulai... bersama sesuatu yang nyata, iaitu : ​Alam Akhirat​*

*Telah lepas darimu:*
1.Ketampanan/Kecantikan
2.Harta/Rumah
3.Kedudukan/Jawatan
4.Anak
5.Isteri/Suami

*​Kehidupan mu yang sesungguhnya baru dimulai​*

Pertanyaannya sekarang adalah :

​Apa yang telah Anda siapkan untuk *kubur dan akhirat mu.?????* Ini adalah KENYATAAN yang akan terjadi dan perlu direnungkan.!!​

​Check ibadahmu... yang wajib dan yang sunnah​..
​Check Amal sholeh dan Sedekah​ mu..
​Check perilaku dan tingkah laku mu..

​Semoga kita semua menyiapkan bekal utk kehidupan yg kekal.. Dan Selamat di Akhirat..

Jika Anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar postingan ini... ​In Shaa Allah...​ Anda akan dapatkan buah dari peringatan Anda ini dalam timbangan amal kebaikan pada hari Qiamat.

_Allah berfirman :_
*(وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين)*
*_"Dan berilah peringatan! kerana peringatan itu bermanfaat bagi orang2 beriman"_*

Kenapa Mayat memilih: *"SEDEKAH"* jika kembali ke dunia? Sebagaimana firman Allah:

*​"Ya Allah! jika Engkau tunda ajalku sebentar saja, nescaya aku akan bersedekah"​*

Mereka tidak mengatakan:
👉Nescaya Aku akan Haji/Umrah..
👉Nescaya Aku akan Sholat..
👉Nescaya Aku akan Puasa..

Para Ulama menjelaskan : "Mayat hanya mengatakan *SEDEKAH*,  kerana dia melihat pahala sedekah yang sangat besar setelah kematian"

*Maka ​perbanyaklah sedekah​*
untuk saat ini bersedekahlah dengan mengirim/menyebarkan postingan ini pada teman/saudara ​dengan niat kerana Allah, Aamiin Yaa Robbal 'aalamiin.
*Ayuh Budayakan Sedekah*
Semoga BERMANFAAT.
Aamiin..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...