Pada suatu hari, Imam Junaid Al-Baghdadi — seorang ulama besar dan ahli tasawuf yang dikenal dengan kedalaman ilmunya — sedang duduk di Masjid Asy-Syuniziyyah di Baghdad, bersama masyarakat yang menunggu jenazah untuk disalatkan. Di tengah keramaian itu, beliau melihat seorang laki-laki fakir yang sedang meminta-minta. Tubuhnya tampak lemah, pakaiannya lusuh, dan wajahnya menunjukkan keletihan orang yang hidup dalam kesempitan. Dalam hati, Imam Junaid bergumam, “Andai saja orang ini mau bekerja, tentu lebih baik baginya daripada meminta-minta.” Tak ada ucapan keluar dari lisannya. Hanya lintasan pikiran dalam hati. Namun malam itu, sesuatu yang aneh terjadi. Biasanya Imam Junaid mampu menegakkan salat malam, bermunajat hingga menangis, tetapi malam itu hati beliau terasa berat, lidahnya kelu untuk berzikir, dan jiwanya gundah tanpa sebab yang jelas. Akhirnya beliau tertidur dalam keadaan letih. Mimpi yang Menggetarkan Dalam tidurnya, Imam Junaid bermimpi. Ia melihat orang fakir itu men...
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ