Langsung ke konten utama

Doa

Janganlah engkau menganggap lambatnya datang nya pemberian pertolongan dari Allah tetapi yang mesti engkau anggap lambat itu dari diri engkau akan menghadap kepada Allah.

Kebanyakan manusia bahwa mereka itu merasa bosan tidak nyaman dari bala dan musibah yang diturunkn Allah kepada mereka.
Sekian lawas susah sakit lalu berdo'a kepada Allah basandar kepada Allah meminta kelapangan Allah tolak dari pada mereka itu.

Jika tidak nampak tanda di qabulkan akan mereka itu lalu mereka merasa lambat pertolongan Allah lambat nya jar Tuhan menolong maka setiap malam berdo'a sholat hajat sudah.
Tanpa mereka mengingat ketaqsiran mereka dari bangkit kepada yang wajib. Mereka kada mengoreksi diri kenapa do'aku ini kada di ijabah Allah. Bukan Allah yang lambat menolong. Melain kan ketaqsiran mereka sendiri sehinga Allah tidak menghiraukan mereka . Aku mengabulkan do'a orang yang berdoa hendak lah mereka me ijabah dulu apa apa yang aku minta ujar Tuhan.

Jar Tuhan Lakukan apa yang ku perintahkan maka laksanakan.
Jauhi apa yang aku larang maka jauhi.

Jadi bila kita bado'a kadada nampak tanda qabul kita harus mengoreksi diri kita. Masalah nya ada di diri kita.
Berhadaplah engkau dengan seluruh jiwa raga engkau niscaya kau dapati bantuan Allah dihadapan mu.

Para muhibbin rahimakumullah.

Dikisahkan dizaman Imam Ibrahim bin Adham kisah ini sudah ribuan tahun lalu.Ditanya orang kepada beliau.
Kenapa kami bad'oa kada qabul qabul apakah keadaan kami ini berd'oa maka kada di ijabah oleh Allah?Lalu dijawab oleh beliau :

1.Karna kalian kenal akan Allah tetapi tidak kalian taati Dia.

2.Karna kalian kenal akan Rasul sebagai uswah hasanah ikutan yang baik tapi kalian tidak ikuti sunnahnya dan petunjuk dari nya.

3.Karena kalian kenal Al Qur'an itu petunjuk tapi kada kalian amalkan. Ujar Qur'an naik kalian malah turun.

4.Kalian makan minun ni'mat Tuhan tapi kalian kada basyukur. Mesti nya ni'mat kekuatan tenaga setelah makan minum tadi kalian bawa sholat baca Qur'an berdzikir membaca sholawat dan ibadah lain nya bukan dibawa baolahraga. Sebagai bukti syukur ni'mat kenyang dan tenaga yang diberikan Allah ini kepada kalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...