Langsung ke konten utama

*๐ŸŽ€ ADAB DAN AKHLAK ๐ŸŽ€*

┏━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
   *🎀 ADAB DAN AKHLAK 🎀*
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

*📋 ANJURAN MENGHIASI RUMAH DENGAN AMAL-AMAL SHALIH*

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

_“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqoroh.”_ [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

اجْعَلُوا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِى بُيُوتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

_“Jadikanlah sebagian sholat kalian (yaitu sholat-sholat sunnah) di rumah-rumah kalian, dan janganlah menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan (yang tidak boleh dilakukan sholat padanya).”_ [HR. Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu ’anhuma]

📝Beberapa_Pelajaran:

〰1) Larangan membaca Al-Qur’an di kuburan dan anjuran banyak membacanya di rumah. Membacanya di kuburan juga termasuk mengada-ada (bid’ah) dalam agama, dan menentukan surat khusus seperti surat Yasin untuk dibaca di kuburan adalah bid’ah yang lain, karena tidak ada dalil shahih yang mengkhususkannya (lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 3/114, no. 14409).

〰2) Larangan sholat di kuburan (kecuali sholat jenazah) dan anjuran sholat sunnah bagi laki-laki di rumah. Adapun wanita lebih afdhal sholat di rumah, baik sholat wajib maupun sunnah.

〰3) Sholat sunnah lebih afdhal dilakukan di rumah bukan di masjid, bahkan Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi sekali pun, kecuali sholat malam (tarawih dan witir) di bulan Ramadhan dan sholat wajib bagi laki-laki hendaklah dilakukan di masjid.

〰4) Sholat sunnah di rumah lebih afdhal karena beberapa hikmah, diantaranya:
• Sebagai pengajaran untuk penghuni rumah,
• Lebih jauh dari riya’,
• Lebih tenang.

〰5) Larangan mengubur mayit di rumah kecuali para Nabi dan Rasul jika meninggalnya di rumah (Lihat Fathul Bari, 1/529-530).

〰6) Cara mengusir setan dari rumah adalah dengan banyak beramal shalih terutama membaca Al-Qur’an dan lebih utama lagi surat Al-Baqoroh. Adapun menggunakan jasa dukun “pemburu hantu” atau menyembelih hewan dan mempersembahkan sesajen kepada “penunggu” rumah maka semua itu termasuk syirik kepada Allah ta’ala yang menyebabkan pelakunya murtad; keluar dari Islam.

〰7) Keutamaan surat Al-Baqoroh, lebih khusus lagi keutamaan ayat Al-Kursiy yang terdapat padanya.

〰8) Meraih keutamaan Al-Qur’an adalah dengan dibaca, dihapal, dipelajari kandungan maknanya dan diamalkan, bukan digantung di dinding atau digunakan sebagai jimat, karena hal itu termasuk mengada-ada dalam agama.

〰9) Kelemahan setan, dan cara menghadapinya dengan bertawakkal kepada Allah ta’ala serta memohon perlindungan-Nya.

〰10) Apa hikmah pengkhususan surat Al-Baqoroh dalam hadits yang mulia ini?

Al-Imam Al-Munawi rahimahullah berkata,

وخص سورة البقرة لكثرة أحكامها وأسماء الله فيها أو لسر علمه الشارع

_“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengkhususkan surat Al-Baqoroh karena banyaknya hukum-hukum yang terkandung padanya dan nama-nama Allah yang terdapat padanya, atau karena suatu rahasia yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala.”_ [Faidhul Qodir, 2/60]

Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

والسبب أن في سورة البقرة آية الكرسي

_“Dan sebab pengkhususannya adalah karena pada surat Al-Baqoroh terdapat ayat kursi (yang mengandung banyak nama dan sifat Allah ta’ala).”_ [Syarah Riyadhus Shalihin, 4/684]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *ุฅِู†َّุง ู„ِู„َّู‡ِ ูˆَุฅِู†َّุง ุฅِู„َِู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠْู‡ِ ุฑَุงุฌِู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุนُูˆู†* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบูุฑ ู„ู‡ุง، ูˆุงุฑุญู…ู‡ุง ูˆุนุงูู‡ุง، ูˆุงุนู ุนู†ู‡ุง، ูˆูˆุณุน ู…ุฏุฎู„ู‡ุง، ูˆุงุบุณู„ู‡ุง ุจุงู„ู…ุงุก ูˆุงู„ุซู„ุฌ ูˆุงู„ุจุฑุฏ، ูˆู†ู‚ู‡ุง ู…ู† ุงู„ุฎุทุงูŠุง ูƒู…ุง ูŠู†ู‚ู‰ ุงู„ุซูˆุจ ุงู„ุฃุจูŠุถ ู…ู† ุงู„ุฏู†ุณ، ูˆุฃุจุฏู„ู‡ุง ุฏุงุฑุง ุฎูŠุฑุง ู…ู† ุฏุงุฑู‡ุง، ูˆุฃู‡ู„ุง ุฎูŠุฑุง ู…ู† ุฃู‡ู„ู‡ุง، ูˆุฃุฏุฎู„ู‡ุง ุงู„ุฌู†ุฉ، ูˆู‚ู‡ุง ูุชู†ุฉ ุงู„ู‚ุจุฑ ูˆุนุฐุงุจ ุงู„ู†ุงุฑ* *ุฌุฒุง ูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุง*

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklฤซf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkฤm as-Sulthฤniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...