Langsung ke konten utama

GOLONGAN YANG DAPAT MENERIMA ZAKAT


👤 1.FAQIR : 

     Yaitu yang tidak punya harta tidak punya pekerjaan, atau 
     punya pekerjaan atau harta akan tetapi tidak mencukupi dari kebutuhannya
     sekiranya dia cuma mencukupi KURANG dari setengah kebutuhannya.
     Contoh sebulan dia butuh 500ribu akan 
     tetapi penghasilannya kurang dari 250ribu.

👤 2.MISKIN: 

      Orang yang punya harta/pekerjaan lebih dari kebutuhan hidupnya 
      akan tetapi masih kurang dari kebutuhannya.
      sekiranya dia cuma mencukupi LEBIH dari setengah kebutuhannya.
      Contoh: sebulan dia butuh 500ribu dan pengasilanya lebih dari 
      setenggahny(500) penghasilan perbulan cuma 400ribu.

👤 3.AMIL :

      Sesoarang yang di tunjuk oleh pemerintah untuk mengambil zakat 
      dan membagikannya, maka mereka boleh menerima zakat walupun 
      mereka termasuk orang kaya, dan ini jika mereka TIDAK DIBAYAR 
      oleh pemerintah, kalau mereka di bayar maka tidak boleh menerima zakat.
      dan hanya di beri upah yang wajar untuk pekerjaannya.

👤 4.MUALLAF QULUBUHUM(ORANG2 YANG LEMAH IMANNYA) : 

      Yaitu mereka yang baru masuk islam/pemimpin yang diharapkan 
      ketika dia di kasih zakat maka pengikutnya akan ikut memeluk islam.

👤 5.MUKATIB : 

      Budak yang punya perjanjian secara tertulis dengan tuannya untuk merdeka.

👤 6.GHORIM (ORANG YANG BERHUTANG) : 

      Orang yang berhutang bukan untuk maksiat.

👤 7.ALGHUZZA (FI SABIlILLAH): 

      Orang yang berperang dan berjihad dan tidak mendapatkan bayaran 
      maka mereka boleh di beri zakat walupun mereka kaya.

👤 8.IBN SABIL: 

      Musafir yang kehabisan bekal nafakah untuk sampai ke tempat tujuannya,
      maka boleh di berikan zakat.
      walaupun mereka termasuk orang yang kaya di kampungnya.

💰 MENUNAIKAN ZAKAT FITRAH MENGGUNAKAN UANG

📄 Ada khilafiyah di kalangan fuqaha dalam masalah 
      penunaian zakat fitrah dengan uang.

👉 Pertama, 
      Pendapat yang membolehkan. 

📄 Ini adalah pendapat sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah, 
      Imam Tsauri, Imam Bukhari, dan Imam Ibnu Taimiyah. 
📙 (As-Sarakhsi, al-Mabsuth, III/107).
      Dalil mereka antara lain firman Allah SWT ,
     ”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.” 
     (QS At-Taubah [9] : 103). 
     Menurut mereka, ayat ini menunjukkan zakat asalnya diambil dari harta (mal),
     yaitu apa yang dimiliki berupa emas dan perak (termasuk uang). 
     Jadi ayat ini membolehkan membayar zakat fitrah dalam bentuk uang. 
📙 (Rabi’ Ahmad Sayyid, Tadzkir al-Anam bi Wujub Ikhraj Zakat 
        al-Fithr Tha’am, hal. 4).
      Mereka juga berhujjah dengan sabda Nabi SAW,
      ”Cukupilah mereka (kaum fakir dan miskin) dari meminta-minta 
      pada hari seperti ini (Idul Fitri).” 
       (HR Daruquthni dan Baihaqi). 
      Menurut mereka, memberi kecukupan (ighna`) kepada fakir dan miskin 
      dalam zakat fitrah dapat terwujud dengan memberikan uang. 
📙 (Abdullah Al-Ghafili, Hukm Ikhraj al-Qimah fi Zakat al-Fithr, hal. 3).

👉 Kedua, 
      Pendapat yang tidak membolehkan 
      dan mewajibkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok 
     (ghalib quut al-balad). 

📄 Ini adalah pendapat jumhur ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. 
📙 (Al-Mudawwanah al-Kubra, I/392; Al-Majmu’, VI/112; Al-Mughni, IV/295)
       Karena ada dua pendapat yang berbeda, 
       maka kita harus bijak dalam menyikapinya. 
       Ulama sekaliber Imam Syafi’i, mujtahid yang sangat andal saja 
       berkomentar tentang pendapatnya dengan mengatakan, 
       ”Bisa jadi pendapatku benar, tapi bukan tak mungkin di dalamnya 
       mengandung kekeliruan. Bisa jadi pendapat orang lain salah, 
        tapi bukan tak mungkin di dalamnya juga mengandung kebenaran.”

📄 Dalam masalah ini, sebagai orang awam (kebanyakan), 
      kita boleh bertaqlid (mengikuti salah satu mazhab yang menjadi panutan 
      dan diterima oleh umat). 
      Allah tidak membebani kita di luar batas kemampuan yang kita miliki. 
      “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai 
       dengan kesanggupannya…”  
       (Al-Baqarah [2]: 286).

📄 Sesungguhnya masalah membayar zakat fitrah dengan uang sudah 
      menjadi perbincangan para ulama salaf, 
      bukan hanya terjadi akhir-akhir ini saja. 
      Imam Abu Hanifah, Hasan Al-Bisri, Sufyan Ats-Tsauri, 
      bahkan Umar bin Abdul Aziz sudah membincangkannya, 
      mereka termasuk orang-orang yang menyetujuinya. 
      Ulama Hadits seperti Bukhari ikut pula menyetujuinya, 
     dengan dalil danargumentasi yang logis serta dapat diterima.

📄 Menurut kami, membayar zakat fitrah dengan uang itu boleh, 
       bahkan dalam keadaan tertentu lebih utama. 
      Bisa jadi pada saat Idul Fitri jumlah makanan (beras) yang dimiliki 
      para fakir miskin jumlahnya berlebihan. 
      Karena itu, mereka menjualnya untuk kepentingan yang lain. 
      Dengan membayarkan menggunakan uang, 
      mereka tidak perlu repot-repot menjualnya kembali 
      yang justru nilainya menjadi lebih rendah.
      Dan dengan uang itu pula, mereka dapat membelanjakannya sebagian 
      untuk makanan, selebihnya untuk pakaian dan keperluan lainnya. 

Wallahu a’lam bish-shawab. 

Semoga bermanfaat

📙 " Kitab Taqrirat Assadidah"
📄 "Dari berbagai sumber"

Save biar gak lupa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*