Langsung ke konten utama

DOAKAN ORANG TUAMU 50X DALAM SEHARI

بسم الله الرحمن الرحيم

*اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ*

Tulisan Sahabat !!

Kami Pernah Datang ke Kairo - Mesir. Pada Saat Sholat Dhuhur ada Kajian Dari Syaikh yang Mengisi Kajian Sambil Berjualan Buku. Di Akhir kajian,
Saya Sempatkan Untuk Membeli Buku yang di Jual Oleh Syaikh Tadi.
Judul Bukunya "Melipat Gandakan Keuntungan Dengan Berbakti Kepada OrangTua."

Dalam Satu Bab di Buku Tersebut di Bahas Mengenai *Adab Kepada OrangTua*. Dimana diKatakan : Bahwa,
"Sungguh Durhaka Seorang Anak yang Hanya Mendoakan Kedua OrangTua nya Hanya 5 Kali Dalam Satu Hari."

Saya Bingung, Kenapa Qta Udah Do'ain OrangTua Sehari 5 Kali, Kok Masih di Bilang Anak Durhaka ?

Saya Coba Balik Lagi Ke Masjid Tempat Saya Membeli Buku Tersebut,
Saya Tanyakan Kepada Pengurus Kajian di Masjid itu, di Mana Saya Bisa Menemui Syaikh yang Kemarin Memberi Kajian di Masjid ini.

Dan Setelah Saya Dapatkan Nomor Ponselnya, Saya Hubungi dan Kami Janjian Untuk Bertemu di Sebuah Masjid yang Kebetulan Beliau Sedang Mengisi Kajian juga.

Selesai Kajian, Saya Bertemu Dengan Beliau, dan Saya Bertanya, Kenapa Kok Seorang Anak yang Sudah Mendo'akan Kedua OrangTua nya 5 Kali Sehari,
Masih di Katakan Anak yang Durhaka?

Syaikh itu Kemudian Meminta Kepada Saya Untuk Membacakan Do'a Untuk Kedua OrangTua. Dan Saya Bacakan Do'a yang Biasa Saya Baca Setelah Sholat.

"Robighfirli waliwali dayya" Stop Kata si Syaikh. Ulangi Lagi.

"Robighfirli waliwali dayya" Stop, Ulangi Lagi.

"Robighfirli waliwali dayya" Stop, Ulangi Lagi. Terus Saya Ulangi Sampai Sepuluh Kali.

Kemudian si Syaikh Bertanya Kepada Saya, "Apakah Kamu Capek?"
"Tidak Syaikh".

"Apakah Kamu Sampai Berkeringat?"
"Tidak Syaikh".

"Apakah Kamu Sampai Mengeluarkan Uang Membaca Do'a Seperti yang Kamu Baca Tadi?"
"Kembali Saya Jawab Tidak Syaikh."

"Kamu Gak Perlu Mengeluarkan Uang, Kamu Gak Perlu Mengeluarkan Keringat, Kamu Gak Perlu Mengeluarkan Tenaga yang Besar Hanya Untuk Membacakan Do'a Ampunan Kepada Kedua OrangTuamu. Tapi Kenapa Kamu Hanya Bisa Memintakan Ampunan Buat OrangTuamu Sehari Semalam Cuma 5 Kali ?
Padahal Sejak Kamu Masih Berada Dalam Perut ibumu,
Berapa Banyak Keringatnya yang Sudah ibumu Keluarkan,
Karena Beratnya Menanggung Kamu yang Berada di Perutnya.

Betapa Sakitnya ibumu Saat Melahirkan Kamu, Berapa Besar Biaya yang Sudah di Keluarkan Kedua OrangTuamu Untuk Membesarkan Kamu ?
Dan Sebagai Balasannya, Kamu Hanya Bisa Mendo'akan Kedua OrangTuamu Cuma 5 Kali Dalam Sehari Semalam ?

Padahal Satu Kali Saat Kamu Membacakan Do'a Untuk Kedua OrangTuamu, Robighfirli waliwali dayya, Saat itu Juga Satu Dosa Dari Orang Tuamu diHapuskan ALLAH."

Dan ada Sebuah Kisah, diMana ada Seorang OrangTua yang Saat Dia diMakamkan Penuh Dengan Dosa, Tiba-tiba, Saat OrangTua Tersebut Sedang Kesusahan di Alam Kuburnya,

ALLAH Berikan Keringan dan ALLAH Berikan Kemuliaan. Sampai-Sampai Ahlul Kubur Bingung,
Kenapa Dia di Angkat Derajatnya Seperti ini?

Kemudian Jawab Malaikat, "Ini Berkat Do'a Anak anak mu".

Masya ALLAH. Sekarang, apakah Qta Masih Berat Untuk Membacakan Do'a Untuk Kedua OrangTua Qta Sehari Lebih Dari 50 Kali

?

RENUNGKANLAH 👍💎🌹❤

۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا.

ALLOHUMMAGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WAR HAMHUMAA KAMA ROBBAYAANII SHOGIIROO

Artinya :
“Wahai Tuhanku, Ampunilah Aku dan Kedua OrangTuaku (Ibu dan Bapakku), Sayangilah Mereka Seperti Mereka Menyayangiku diWaktu Kecil”.

" Mari Sholawat "
Semoga Bermanfaat Sebagai Motifasi Jalan Menuju Rahmat ALLAH SWT dan RASUL-NYA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*