Langsung ke konten utama

Rendah Hati

Orang Rendah Hati Disayang ALLAH

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, senantiasa memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita sehingga kita mampu bermujahadah menjaga kebersihan hati. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al Furqon [25] : 63)

Saudaraku, orang yang rendah hati adalah orang yang disayangi Alloh Swt. Ini penting untuk terus-menerus kita camkan di dalam diri kita, tentang kerendahan hati. Lawan kerendahan hati adalah kesombongan. Jikalau seseorang sudah merasa tinggi hati dan memandang rendah orang lain, maka inilah pangkal dari berbagai penyakit hati lainnya, seperti iri dengki, mudah marah, buruk sangka. Jika hati sudah kotor dengan berbagai penyakit yang demikian, maka akhlak pun akan terpuruk. Karena hati adalah lokomotif seluruh gerbong tubuh kita.

Rosululloh Saw. bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Orang yang rendah hati itu jarang memiliki musuh, karena ia tidak memandang orang lain secara rendah, ia pun tidak pernah memandang orang lain sebagai saingannya. Justru ia senantiasa memandang orang lain sebagai sahabatnya dan berupaya bisa belajar darinya. Ia pun berbaik sangka kepada orang lain, siapa tahu orang yang nampak biasa-biasa saja dalam pandangannya padahal orang yang luar biasa dalam pandangan Alloh Swt.

Sungguh beruntung sekali orang yang rendah hati itu. Karena pada banyak kesempatan ia bisa banyak belajar dan memperkaya ilmu. Sedangkan orang yang sombong sebaliknya, ia akan sulit belajar malah ia akan semakin jauh tersesat pada kegelapan, karena ia memandang hebat dirinya padahal banyak tidak tahunya.

Orang yang rendah hati juga sulit untuk iri dengki, sedangkan orang sombong hampir setiap saat sibuk dengan iri dengki terhadap orang lain. Orang yang rendah hati akan berbahagia melihat kesuksesan orang lain, sedang orang yang sombong akan tersiksa melihat orang lain sukses karena ia berharap kesuksesan itu berpindah kepadanya. Maka, tidak heran jika Rosululloh Saw. mewasiatkan kepada kita untuk mewaspadai iri dengki ini karena ia bisa menghanguskan kebaikan seperti api menghanguskan kayu bakar.

Maka saudaraku, telah kita pahami bersama betapa banyak keuntungan dan keutamaan dari kerendahan hati. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang disayangi Alloh Swt., yaitu hamba-hamba yang rendah hati. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunnah Harian

Bentuk-bentuk Dakwah

Bentuk-bentuk dakwah dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu: 1.       Dakwah bi al-lisan , artinya penyampaian pesan dakwah melalui lisan berupa ceramah, khutbah, pidato, nasihat atau komunikasi antara da’i dan mad’u . Dalam menyampaikan pesan dakwah, da’i harus berbicara dengan gaya bahasa yang berkesan, menyentuh dan komunikatif. Bahasa lisan yang harus digunakan dalam berdakwah yaitu perkataan yang jujur, solutif terhadap permasalahan yang dihadapi mad’u, menyentuh kalbu, santun, menyejukan dan tidak provokatif serta tidak mengandung fitnah. 2.       Dakwah bi al-Qalam ialah suatu kegiatan menyampaikan pesan dakwah melalui tulisan, seperti kitab-kitab, buku, majalah, jurnal, artikel, internet, spanduk, dan lain-lain. Karena dimaksudkan sebagai pesan dakwah, maka tulisan-tulisan tersebut tentu berisi ajakan atau seruan mengenai amar ma’ruf dan nahi munkar. Dakwah bi al-Qalam itu memiliki banyak keunikan dan kelebihan, yakni suatu tulisan tidak dibatasi ruang dan wa

maf’ul bih terbagi menjadi dua

Perlu diketahui bahwa maf’ul bih terbagi menjadi dua 1. Sharih Maf’ul bih yang Sharih terbagi juga menjadi dua : a.) Isim Zhahir. Contoh : a. قتل قردا جميلا (Dia membunuh seekor monyet yang bagus) قتل قردا جميلا فعل الماضى مفعول به : منصوب بالفتحة منعوت نعت Maf’ul bih diatas berupa isim mufrod, ‘alamat nashabnya adalah fathah. b. ستلقي اباها غدا(Besok dia akan bertemu dengan ayahnya) ستلقي اباها غدا فعل المضارع مفعول به : منصوب بالألف لأسماء الخمسة ظرف الزمان Contoh Maf’ul bih diatas berupa Asmaul Khomsah (اسماء الخمسة ), dan ‘alamat nashabnya berupa alif c. أ رأيت درّاجاتٍ في قريب البيت؟ sepeda-sepeda didekat rumah itu) (Apakah dirimu melihat أ ...رأي..... ..ت السياراتِ حرف الإستفهام فعل الماضي فاعل مفعول به : منصوب بالكسرة Maf’ul bih diatas berupa jamak muanats salim, dan ‘alamat nashabnya berupa kasroh. b.) Isim Dhamir Dhamir terbagi menjadi dua : 1.) Dhamir Muttashil. Jumlahnya ada dua belas. Contoh : § ضربني : dia telah memukulku § ضربنا : dia