Langsung ke konten utama

Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah


1. Disaksikan Oleh Malaikat
Ibnu baththol rahimahullah berkata, “Shalat shubuh dan ashar akan membuat seseorang mendapatkan perhatian Allah pada hari kiamat. Kenapa dikhususkan dua shalat ini? Karena berkumpulnya para malaikat malam dan siang di dua waktu tersebut. Inilah makna firman Allah Ta’ala,
“Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al Isro’: 78) (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3: 250, Asy Syamilah)

"Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632).

2. Berada Dalam Jaminan Allah
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

Redaksi ini memang tidak berbicara shalat berjamaah di masjid saja, namun sunnahnya bagi laki-laki shalat berjamaah itu dilakukan di Masjid.

B. Penyelenggaraan Jenazah
Setiap makhluk hidup pasti akan mati, tidak terkecuali manusia. Allah SWT berfirman, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.” (QS Ali'Imran [3]: 185).

Jika kematian sudah tiba, tak ada seorang pun yang dapat bersembunyi atau lari darinya. Allah SWT berfirman, “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh.” (QS an-Nisa' [4]: 78).

Untuk itu ada beberapa syariat dari kita yang bisa kita lakukan kepada orang yang baru meninggal dunia. Beberapa diantaranya, yakni : 
1. Apabila calon mayat sudah sakaratul maut, maka keluarga segeralah berkumpul dan jangan membuat kegaduhan disekitarnya karena disaat itu adalah saat-saat yang paling menegangkan, mendekatlah kepada calon mayat kemudian yang paling akrab dengan calon mayat segera mentalkinkan dengan kalimat tauhid "La ilahailallah"

”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud)

Proses menuntun orang yang akan meninggal tersebut hendaknya dilakukan secara lemah lembut dan tidak menyulitkan. Jangan menyesakkan dia dengan menuntut secara berurutan dan terus menerus. Hal itu bisa membuatnya tertekan dan menyulitkan. Jika ketika dituntunkan orangnya sudah mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, maka biarkanlah. Jangan kita tuntun lagi. Kalau ia kemudian mengucapkan hal lain, tuntun kembali dengan ucapan Laa Ilaaha Illallaah dengan harapan itu adalah ucapan terakhirnya.

2. Memejamkan mata orang yang baru meninggal dunia dan mendoakannya dengan kalimat "Bismillah ala milati Rasulillah". Ummu Salamah Radliyallaahu ‘anha berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumah Abu Salamah sewaktu matanya masih terbuka, lalu beliau memejamkan matanya. Kemudian berkata: “Sesungguhnya ruh itu bila dicabut maka pandangannya mengikutinya.”

3. Segera mendoakan orang yang baru meninggal dunia, karena doa sangat diijabah disaat orang baru meninggal. Nabi pun mendoakan Abu Salamah ketika beliau baru meninggal dunia. “Janganlah kamu berdoa untuk dirimu sendiri kecuali demi kebaikan, karena sesungguhnya Malaikat itu mengamini apa yang kamu ucapkan.” Kemudian beliau berdoa: “Ya Allah berilah ampunan kepada Abu Salamah, tinggikanlah derajatnya ke tingkat orang-orang yang mendapat petunjuk, lapangkanlah baginya dalam kuburnya, terangilah dia di dalamnya, dan berilah penggantinya dalam keturunannya.” Riwayat Muslim.

4. Segerakan penyelenggaraan jenazah, jumhur ulama mengatakan bahwa maximal penundaan shalat jenazah adalah 24 jam, apabila lebih dari itu maka terlarang. Tidak selayaknya menunda pemakaman jenazah (untuk jangka waktu yang lama). Namun jika ditunda misalnya dari shubuh hingga zhuhur atau dari zhuhur hingga ashar, maka tidak mengapa. Adapun jika ditunda hingga sehari atau dua hari, maka ini tidak selayaknya dilakukan, kecuali ada kebutuhan yang sangat darurat untuk itu. Seperti pemakaman jenazah Rasulullah yang ditunda sekitar 3 hari, karena begitu banyaknya sahabat yang ingin menjadi imam dalam pelaksanaan shalat jenazah.

5. Hanya kaum laki-laki yang disunnahkan untuk mengantarkan jenazah sampai ke liang lahat, sedangkan perempuan hanya ikut menshalatkannya saja tidak sampai melihat proses turunnya mayat ke dalam kubur. 

6. Pada saat menurunkan jenazah ke liang lahat maka ucapkanlah kembali kalimat "Bismillah ala milati Rasulillah". Jadi kalimat ini diucapkan 2x yakni pada saat menutup mata sang mayat dan ketika menurunkan jenazah ke liang lahat. 

7. Larangan memakai sendal di area pekarangan kubur. hadits dari Basyir bin Ma’bad -sahabat yang telah ma’ruf dengan nama Ibnul Khososiyah-, ia berkata, “Pada suatu hari saya berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau melihat orang yang berjalan di areal pemakaman dalam keadaan memakai sandal, maka beliau menegurnya, “Wahai orang yang memakai sandal, celaka engkau, lepaskan sandalmu!” Orang tersebut lantas melongok dan ketika ia tahu bahwa yang menegur adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mencopot sandalnya.”

Maka konsep kehidupan ini kita harus melaksanakan shalat subuh dan menyibukkan diri kita kepada hal yang bermanfaat, karena ada begitu banyak keutamaan yang kita dapatkan, apabila kita meninggal di hari itu maka kita berada dalam jaminan Allah. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa bersyukur atas nikmat Allah dan diwafatkan dalam keadaan Husnul Khotimah. Aamiin yarabbal alamin

✍Akhmad Faishal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut contoh naskah pembawa acara (MC) untuk acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dengan susunan yang umum digunakan:

MC: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washalatu wasalamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du. Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Tasmiyah (Aqiqah dan Pemberian Nama Bayi) dalam keadaan sehat wal afiat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang berbahagia, Sebelum kita memulai acara, izinkan saya membacakan susunan acara pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3. Kata Sambutan dari Tuan Rumah 4. Ceramah Singkat tentang Aqiqah dan Pemberian Nama 5. Pembacaan Doa 6. Makan Bersama 7. P...

semanagat KERJANYA

Ibn Khaldun dalam Muqaddimah sudah menulis sebuah hukum sosial yang tragis: "Ketika negara masih kokoh, pajak sedikit namun hasilnya banyak. Tetapi ketika negara lemah, pajak diperbanyak, dan hasilnya justru semakin berkurang. Sebab rakyat tak lagi mampu menanggung beban." Ironinya, teori ini kini terbukti di depan mata. Pajak dinaikkan, subsidi dipangkas, pungutan diperluas, tetapi kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat. Sementara kelas istana justru semakin bugar dengan fasilitas, tunjangan, dan gaya hidup yang tak pernah mengenal kata hemat. Padahal, dalam tradisi fikih, prinsip penarikan pajak harus berlandaskan keadilan (al-‘adl fi at-taklīf). Imam al-Mawardi dalam al-Ahkām as-Sulthāniyyah menegaskan, harta rakyat tidak boleh dipungut kecuali dengan hak yang jelas dan untuk kemaslahatan yang nyata. Sebab itu, ‘Umar bin Khattab RA menolak menambah beban rakyat meskipun kas negara menipis, dengan kalimat yang tegas: "Aku tidak akan mempertemukan mereka...

CONTOH UNDANGAN SHALAT JENAZAH

_*UNDANGAN SHALAT JENAZAH *===========================* *إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُون* *_TELAH MENINGGAL DUNIA SEORANG PEREMPUAN :_* *NAMA : .................* *UMUR : ...................*  *ALAMAT : ................)*  *KELUARGA : ..............* *MENINGGAL DUNIA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M. JAM : 03.00 WITA.* *DI SHALATKAN PADA : KAMIS, 13 RABIUL AWAL 1445 H / 28 SEPTEMBER 2023 M.*  *WAKTU : BA'DA SHALAT MAGRIB.* *TEMPAT : RUANG INDUK MASJID * *DIMAKAMKAN : ALKAH KELUARGA, * *ATAS NAMA KELUARGA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH IKUT MENSHALATKAN JENAZAH, MOHON MAAF ATAS KESALAHAN SEMASA HIDUP DAN BILA ADA TERKAIT HUTANG PIUTANG SEGERA HUBUNGI PIHAK KELUARGA* *اللهم اغفر لها، وارحمها وعافها، واعف عنها، ووسع مدخلها، واغسلها بالماء والثلج والبرد، ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، وأبدلها دارا خيرا من دارها، وأهلا خيرا من أهلها، وأدخلها الجنة، وقها فتنة القبر وعذاب النار* *جزا كم الله خيرا*